Aceh Punya Apartemen Ikan

Partisi plastik itu dirangkai satu per satu hingga bentuknya menyerupai apartemen

Aceh Punya Apartemen Ikan
Sebagian apartemen ikan yang sudah dirakit ditempatkan di atas boat di Dermaga Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (24/12), untuk dibawa ke lautan lepas. serambi/said kamaruzzaman
Di atas sebuah boat yang ditambatkan di Dermaga Lhoong, Aceh Besar, Sabtu (24/12) sore, beberapa pemuda terlihat serius merakit rangkaian plastik berbentuk kubus.

Partisi plastik itu dirangkai satu per satu hingga bentuknya menyerupai apartemen. Ukuran panjang, lebar, dan tinggi sekitar satu meter. Lalu, puluhan partisi plastik yang sudah dirangkai ini bawahnya diikat dengan  beton cetak yang sudah dibentuk. Tujuannya untuk memudahkan penenggelaman di laut yang berjarak sekitar 1,5 km dari pinggir Pantai Desa Pasi, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Agar akurat posisinya, penempatan di lautan tersebut menggunakan teknologi navigasi elektronik, yakni  Global Positioning System (GPS).

Inilah rumah ikan pertama di Aceh yang bentuknya seperti apartemen.  Rumah ikan ini diharapkan menjadi tempat berlindung ikan untuk membesarkan anaknya. “Akan ditempatkan di daerah itu,” kata Kepala  Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Ir Razali MSi yang berdiri di bibir pantai Desa Pasi seraya menunjuk ke arah lautan lepas, Sabtu lalu.  Rumah ikan ini merupakan bantuan pemerintah pusat untuk nelayan Aceh yang disalurkan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.   Apartemen ini diharap memulihkan sumber daya ikan di kawasan ini.  “Tangkapan ikan memang agak berkurang, khususnya pascatsunami. Kita berharap rumah ini akan menyamankan ikan beranak-pinak,” kata M Hatta, Panglima Laot Lhoong kepada Serambi.  

Lhoong dipilih sebagai areal penempatan apartemen, karena kawasan itu dinilai dapat menghindari pengaruh arus laut yang dapat merusak struktur apartemen.

Selain itu, lokasi penempatan juga dinilai punya kemiringan yang menjamin tidak akan menggeserkan struktur buatan rumah ikan.

Sosialisasi penempatan rumah ikan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari.  Begitupun, akan ditempatkan pelampung di atas areal seluas satu hektare itu yang bisa menjadi penanda sebagai kawasan rumah ikan. “Nelayan tidak akan mengganggu, karena sudah disosialisasikan,” tukas Aliman, pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh yang mendampingi Razali. Setiap tiga bulan sekalai akan dipantau kondisi apartemen ini.

Razali menambahkan, rumah ikan tersebut satu-satunya yang ada di Aceh. “Tahun depan kita akan meminta lebih banyak ke pemerintah pusat.  Untuk Aceh ini sebagai pilot project,” kata Razali saat meninjau proses perakitannya di Dermaga Lhoong, Aceh Besar.

Perakitan dan penempatan apartemen ikan ini mendapatkan bimbingan teknis secara langsung dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. (sak)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved