Senin, 11 Mei 2026

Tafakur

Hati Berkarat

Seorang hamba bila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya suatu bintik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun

Tayang:
Editor: bakri
Oleh Jarjani Usman

“Seorang hamba bila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya suatu bintik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya” (HR. At Tirmidzi).

Rasa takut yang ada pada seseorang hamba tidak selalu berarti ia lemah.  Demikian juga berani yang dimiliki seseorang, tidak selalu berarti pertanda ia kuat.  Takut juga bisa berarti kuat, seperti takutnya orang-orang beriman berbuat dosa, meskipun dosa kecil.  Takut seperti ini pertanda suatu kekuatannya yang kokoh untuk bersabar dan menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang dimurkai Allah.

Sebaliknya, keberanian yang dimiliki orang-orang tak beriman untuk melakukan dosa, menunjukkan kelemahan yang luar biasa pada perangkat hatinya untuk mengendalikan dirinya.  Kelemahan ini bisa bertambah parah seiring dengan bertambahnya dosa.  Ibnul Qayyim mengingatkan bahwa jika hati sudah semakin gelap akibat dosanya, akan sangat sulit baginya mengenal petunjuk kebenaran.  Itulah sebabnya si pemilik hati yang semakin lemah akibat berkarat dengan tumpukan bintik hitam, bisa semakin beringas dan tak terkendali dalam berbuat dosa.  Musuh (yaitu setan) bisa menjadi kawan, sebaliknya kawan (sesama manusia) menjadi musuh.  Tak ada lagi ketakutan untuk berbuat aniaya dan tak merasa kasihan melihat orang lain teraniaya atau menderita.

Sungguh akan kacau balau tatanan hidup manusia bila dunia ini banyak dihuni oleh orang-orang yang hatinya sudah berkarat kehitaman.  Karena itu, setiap orang diberikan kewajiban untuk menjaga segala pinjaman sementara dari Allah, yaitu dunia ini, dari perilaku-perilaku orang-orang yang bermasalah demikian. Dan bila sudah terlanjur menggampangkan dosa, bersegera memohon ampun kepada Allah dan memohon petunjukNya adalah bentuk penyelamatan diri yang sangat dianjurkan, sebelum sempat tenggelam terlalu jauh dalam kubangan dosa yang membuat hati semakin pekat berkarat, sehingga sulit untuk menggerakkan diri untuk kembali ke jalan yang benar.  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved