PSGL Tertahan di Kandang
Ambisi PSGL Gayo Lues untuk mengamankan poin penuh dalam penampilan perdana di kandang sendiri pada pentas kompetisi
Tambahan satu poin bagi PSGL hanya mampu menaikkan posisinya satu tingkat dari posisi juru kunci ke posisi 10 klasemen sementara divisi utama karena baru mampu meraih satu poin dari tiga laga yang sudah dilakoni. Sementara bagi ‘Parang Biru’ (julukan PSIM-red), tambahan satu angka membuat mereka naik dua tingkat dari urutan empat ke posisi dua. Dari tiga pertandingan, PSIM mampu mengoleksi lima poin.
Hasil imbang ini jelas belum memuaskan kubu PSGL yang dimanajeri Jakaria. Karena anak-anak asuhan Kustiono ini mengalami kekalahan beruntun dalam dua laga sebelumnya. Ini terjadi saat PSGL harus mengakui ketangguhan Persip Pekalongan 0-3 Selasa (3/1) petang dan takluk dari Persitema Temanggung 0-1, Sabtu (7/1).
Sejak kick off dibunyikan Wasit Puji Suprayitno, PSIM berusaha menggempur pertahanan PSGL Gayo Lues. Tim yang dimanajeri Jarot Sri Kastawa berhasil menciptakan sejumlah peluang. Tapi PSGL yang mendapat dukungan ribuan suporternya juga menekan balik pertahanan tim tamu. Hanya saja, persaingan kedua tak tercipta gol hingga turun minum.
Di babak kedua, arsitek PSIM, Hanafing mencoba mengubah strategi dengan memaksimalkan kedua sektor sayap dan lebih memilih bertahan. Strategi ini cukup merepotkan tuan rumah karena kesulitan menembus pertahanan PSIM. Bahkan, kerja keras dua legiun asing PSGL asal Nigeria, gelandang Felix Obinna Ndukwe dan striker Taure Morlaye Le belum mampu memuaskan ribuan publik Blangkejeren. Hasilnya skor kacamata bertahan hingga laga usai.
Pelatih PSGL Gayo Lues, Kustiono mengatakan, sebenarnya pemain tuan rumah sudah bermain maksimal, meski hasilnya tanpa gol. Ia mengakui dua legiun asing belum mampu memberi kemenangan bagi PSGL. Padahal ada beberapa peluang yang diperoleh timnya, tapi tak membuahkan gol. “Dua pemain asing terlihat masih terburu-buru saat mencetak gol. Padahal, keduanya bermain cukup bagus. Kita akan berupaya meraih kemenangan saat menjamu Persebaya Surabaya, Senin (16/1) mendatang,” ujar Kustiono.
Sedangkan Pelatih PSIM Hanafing mengakui kalau timnya kesulitan mengalahkan PSGL. Ia menyatakan pemain PSIM masih lelah dalam perjalanan ke Gayo Lues melalui jalan yang berliku-liku serta naik turun gunung. “Kita bersyukur dalam pertandingan ini masih seri,” ungkap Hanafing.(c40/lau)
susunan pemain
PSGL - Rio Suhada, Adhi Sisminto, Yusdianto Raharjo, Samsul Kamal, Jhon Markus Siahaan, Felix Obinna Ndukwe, Aad Subarja, Sarmadi Agustian/Muhammad Fajrin, Tata Setiadi, Junarto/Muhammad Junaidi Syahputra, Taure Morlaye Le.
PSIM - Agung Prasetya, Abda Ali/Andi Wirawan, Eko Pujiyanto, Duslan Lestaluhu, Dean Fauzi Firdaus/Topas Wiyantoro Pamungkas, Nova Zaenal, M Irfan, Rimkus Emile Emanuel, Kristian Adelmund Lorendo Yoffery, Emile Emanuel Anthony Lingkers, Reinhard Rumaikewi/M Radikal Idealis.