SDN Kualasimpang
Sekolah Tua yang Sarat Prestasi
Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kualasimpang, Aceh Tamiang, merupakan sekolah peninggalan Belanda yang saat ini masih berdiri megah
Saat ini lembaga pendidikan dasar itu dipimpin Fatimah Syam R SPd, yang juga tercatat sebagai salah seorang alumni SDN peninggalan penjajah Belanda tersebut. Cukup banyak prestasi yang diraih. Bahkan jejeran piala terlihat teratur dan cukup banyak yang dipajang di lemari.
Awalnya sekolah tersebut dibangun oleh penjajah Belanda hanya enam lokal dan masih berdiri megah. Namun saat ini di atas lahan seluas 1.987 meter, berdiri 15 ruang belajar ditambah ruang guru, perpustakaan dan fasilitas olah raga, tanpa mengusik keasrian bangunan lama yang penuh artistik tersebut.
Pada tahun 1978, di lahan tersebut berdiri juga sekolah SD Negeri Ade Irmayani sehingga menjadi dua sekolah yang berdampingan hingga 28 tahun lamanya. Baru tahun 2006, sekolah yang berada di tengah kota Kualasimpang itu digabung menjadi satu sekolah, yakni SDN 1 Kualasimpang.
Ratusan prestasi sudah diraih sekolah ini, termasuk yang terakhir kali yaitu mendali perunggu untuk mata pelajara matematik pada olimpiade sain di Manado tahun 2011, namun para guru merasa masih belum memuaskan sehingga terus memperbaiki mutu anak didiknya. Sedangkan jumlah para kepala yang terdata sejak tahun 1974 yang telah delapan orang.
Sedangkan jumlah murid tahu ini 575 orang, dengan 18 rombongan belajar dari kelas 1-6. Orang tua peserta didik di sekolah ini termasuk golongan ekonomi yang sudah mapan hanya beberapa orang saja yang orang tuanya bukan PNS. Walaupun demikian untuk mengatasi kendala dibidang ekonomi, sekolah juga mengupayakan berbagai bantuan biaya siswa kepada murid tak mampu.(muhammad nasir)