Unsyiah Buka Prodi Teknik Pertambangan

Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai tahun ajaran 2012/2013 akan membuka Program Studi (Prodi) S1

Editor: bakri
BANDA ACEH - Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mulai tahun ajaran 2012/2013 akan membuka Program Studi (Prodi) S1 Teknik Pertambangan. Kepastian itu diperoleh setelah pihak fakultas itu menerima salinan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Nomor: 306/E/O/2011 tanggal 21 Desember 2011 tentang Penyelenggaraan Prodi Teknik Pertambangan (S1) di Unsyiah.

Dengan dibukanya S1 Teknik Pertambangan, FT Unsyiah kini telah memilik delapan prodi. “Untuk tahun pertama, S1 Teknik Pertambangan Unsyiah menerima 60 mahasiswa baru. Pendaftaran calon mahasiswa baru prodi ini juga akan dilakukan oleh pihak universitas melalui jalur SNMPTN, USMU, UMB, dan Jalur Mandiri,” ujar Dekan Fakultas Teknik Unsyiah, Dr Ir Marwan, kepada Serambi di ruang kerjanya, Senin (30/1).

Pada kesempatan itu, Dekan didampingi Dr Ir Taufiq Saidi MEng (Pembantu Dekan IV), Irwandi MSi (Ketua Prodi Teknik Geofisika), dan Muchlis SSi MSc (Ketua Tim Teknik Pertambangan). “Saat ini kami juga sedang menunggu izin penyelenggaraan satu prodi lainnya yaitu S1 Teknik Geologi dari Mendikbud. Kalau izinnya bisa keluar sebelum jadwal penerimaan mahasiswa baru tahun ini, kemungkinan S1 Teknik Geologi juga akan bisa langsung membuka pendaftaran,” ungkap Marwan.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar di prodi baru itu, kata Marwan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan. Di antaranya, sebut Dekan, menyiapkan dosen yang berijazah S2 dan S3, serta mengusulkan anggaran ke Dikti untuk pembangunan gedung yang representatif dan penyediaan alat-alat laboratorium. “Mungkin tahun depan sudah ada gedung baru,” ujar Dekan.

Dikatakan, pembukaan prodi itu untuk menyahuti masih minimnya sumber daya manusia (SDM) lokal di bidang industri pertambangan dan perminyakan. Buktinya, selama ini sebagian besar tenaga profesional bidang tersebut yang bekerja di 96 perusahaan pertambangan dan 13 perusahaan yang mendapat kontrak migas di Aceh berasal dari luar Aceh.

“Dengan adanya prodi teknik pertambangan ini, kita harapkan nanti akan lahir tenaga profesional bidang pertambangan dan perminyakan asal Aceh yang bisa bekerja di berbagai perusahaan tambang dan migas baik di Aceh maupun di provinsi lain bahkan di luar negeri,” pungkasnya.(jal)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved