Umar Patek Rakit 13 Bom untuk Malam Natal
Umar Patek alias Umar Syeh alias Zacky alias Mike bersama Dulmatin dan Imam Samudera merakit bom kotak dan bom tas untuk aksi pemboman
"Di rumah Imam Samudera, saat terdakwa datang, sudah ada denator, wadah bom dari karton-karton seukuran kotak tisue, tas jinjing dan lakban, serta perlengkapan pemboman," ujar jaksa penuntut umum Bambang Suharyadi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Senin (13/2/2012).
Dalam perakitan ini, kata jaksa, Dulmatin mengurus rangkaian elektronik. Sementara itu, Patek meramu bahan peledak menjadi black powder. Satu kilogram black powder untuk bom karton dan 4 kilogram untuk bom tas jinjing.
Dalam perakitan itu, mereka memasang pemicu dengan timer jam digital berwarna hitam. Timer bom diatur oleh Dulmatin agar meledak pada pukul 21.00 WIB, tepat ketika perayaan ibadah sedang berlangsung dan umat Kristiani tengah berada di dalam gereja.
Tiga belas bom ini dipakai untuk aksi pemboman di 6 gereja, yaitu Gereja Katedral, Gereja Kanisius, Gereja Oikumene, Gereja Santo Yosep, Gereja Koinonia, dan Gereja Anglikan. Dari paket-paket tersebut, hanya 12 bom yang dapat diledakkan kelompok teroris ini. "Pada Gereja Anglikan terdapat satu paket bom kecil dengan pelaksana dari Gerakan Pemuda Islam. Namun, paket bom itu tidak meledak," kata jaksa.(Maria Natalia)