PSSI Skorsing PSAP
PSSI Pusat resmi menjatuhkan skorsing kepada klub asal Aceh
JAKARTA - PSSI Pusat resmi menjatuhkan skorsing kepada klub asal Aceh, PSAP Sigli, akibat mengikuti Indonesia Super League (ISL). Bonden masyarakat Pidie tersebut merupakan salah-satu tim dari 14 klub yang dihukum induk sepakbola nasional itu.
Kecuali PSAP, PSSI juga menghukum klub Aceh lainnya yang bermain di level kompetisi divisi utama versi PT Liga Indonesia yaitu PSGL Gayo Lues. Sanksi itu tertera dalam Surat Keputusan yang dikirimkan PSSI kepada semua klub pada 9 Februari lalu.
Seperti diketahui, kisruh di PSSI selama ini telah memunculkan dualisme kompetisi. Bagi tim yang bernaung di bawah PSSI, mereka dipastikan ikut dalam Indonesia Premiere League (IPL). Kompetisi IPL tersebut diakui PSSI dengan melibatkan 12 klub.
Sementara ISL merupakan kompetisi produk dari pengurus lama era Nurdin Halid. Namun, seiring pergantian pengurus kepada Djohar Arifin Husein, kompetisi ISL dianggap sebagai liga ilegal. PSSI pun melahirkan kompetisi baru dengan nama IPL.
Menurut Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar, klub-klub tersebut telah melanggar statuta PSSI pasal 15 dan 85. “Jadi, ada 2 poin itu yang mereka langgar. Karena pelanggaran itu, exco kemudian menggunakan ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 16 untuk memberikan skorsing kepada mereka,” katanya.
“Pasal 15 itu menyangkut kewajiban mereka kepada PSSI selaku anggota dan pasal 85 itu larangan kepada mereka untuk bermain di luar kompetisi yang ada di PSSI, AFC, dan FIFA,” lanjut Saleh.
Saleh menambahkan, hukuman yang dijatuhkan kepada klub itu adalah skorsing dari keanggotaan selama setahun. Jadi, katanya, selama setahun PSSI tak berkewajiban memenuhi hak klub-klub itu. “Mereka juga tak punya hak apapun atas PSSI,” ucapnya.
PSSI rencananya akan menggelar kongres tahunan, 18 Maret mendatang di Palangkaraya. Saleh mengatakan, semua yang mendapat skorsing dari PSSI tidak berhak menghadiri kongres itu. “Klub-klub tersebut sudah kehilangan hak,” tegas Saleh.
Seperti diketahui, keikutsertaan PSAP di ISL musim ini usai mereka mendapat tiket promosi gratis dari PT Liga Indonesia. PSAP bersama Persiram Raja Ampat, Papua Barat, dan Persegres promosi untuk bisa melengkapi kuota 18 tim di ISL. Pasalnya, tiga peserta yakni Semen Padang, Persiba Bantul, dan Persiraja lebih memilih untuk ikut IPL.
PSAP bukanlah tim lolos dari kompetisi. Mereka hanya mampu finish di posisi ke-3 klasemen sementara di bawah Mitra Kukar, dan PSMS Medan. Kondisi serupa juga dialami oleh Persiram di urutan nomor empat, dan Persegres Gresik di peringkat ketiga. Namun, lolos ke babak delapan besar dianggap sudah memenuhi syarat untuk bermain di ISL sebagaimana disyaratkan PT Liga Indonesia.
Nasib serupa juga dialami PSGL Gayo Lues. Sebagai tim promosi pada musim lalu, tim berjuluk Macan Leuser tersebut lebih memilih untuk berkompetisi divisi utama di bawah PT Liga Indonesia dibanding PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Padahal, tiga klub Aceh lain
yakni PSLS Lhokseumawe, PSBL Langsa, dan PSSB Bireuen ikut LPIS.(vnc)
klub terkena skorsing
- 14 klub ISL: Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Persipura Jayapura, Persiwa Wamena, Persidafon Dafonsoro, Pelita Jaya Karawang, Persib Bandung, Sriwijaya FC, PSAP Sigli, Deltras Sidoarjo, Persiram Raja Ampat, Persela Lamongan, Mitra Kutai Kartanegara (Kukar)
- 18 klub divisi utama: Persita Tangerang, PSIM Yogyakarta, Persip Pekalongan, Persiku Kudus, Persih Tembilahan, Persitema Temanggung, PSGL Gayo Lues, PS Barito, PS Sumbawa Barat, Persekam Metro Malang, PSBK Belitar, Persepam Pamekasan, Persid Jember, Perseru Serui, PSBS Biak, PSMP Mojokerto Putra, Perssin Sinjai, Persigo Gorontalo
tanggapan pengurus psap
Belum Terima Sanksi
HINGGA saat ini, hanya PSAP Sigli dan Persiwa Wamena yang belum menerima sanksi dari PSSI Pusat. Sementara itu klub lain di ISL telah dijatuhkan hukuman. Jika memang PSAP sudah diskorsing PSSI,
persoalan ini akan ditangani oleh Hinta Panjaitan selaku pengacara ISL.
Selanjutnya, pengacara akan melaporkan ke pengadilan Arbitrasi Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS). Karena, selama ini, setiap sengketa klub dengan PSSI akan diselesaikan CAS seperti halnya kasus Persipura Jayapura beberapa waktu lalu.
* Mukhlis, Sekretaris Umum PSAP Sigli.(naz)
tanggapan pengurus psgl
Akan Protes
KAMI menolak menerima putusan dari PSSI Pusat yang menjatuhkan hukuman kepada PSGL Gayo Lues. Karena, keputusan berkompetisi di bawah PT Liga Indonesia (PT LI) sesuai putusan Kongres Bali. Jadi, kita akan membuat surat protes dan pembelaan. Sepulang dari laga melawan Persis Solo, Minggu (4/3) besok, kita akan langsung melayangkan surat keberatan terhadap keputusan itu. Tapi, hingga malam ini (tadi malam-red), saya belum tahu jika PSGL diskorsing oleh PSSI.
* Zakaria, Manajer PSGL Gayo Lues.(ran)