Wiranto Tuding Ramadhan Pohan Lempar Tanggung Jawab

Mengenai aksi demo menolak kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengatakan, telah melakukan

Editor: snajli
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA--Mengenai aksi demo menolak kenaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto mengatakan, telah melakukan langkah-langkah yang dibenarkan oleh konstitusi. Ia menegaskan, belum ada kader Partai Hanura yang aktif berdemo dalam konteks politik.

Demontrasi yang terjadi, kata Wiranto, adalah hak warga negara yang dibenarkan oleh Undang-Undang. Baik itu rakyat, mahasiswa, buruh, kepala desa melakukan aksi demo akibat kebijakan pemerintah yang tidak tepat. Mereka berdemo, katanya lagi, meminta keadilan, meminta pemerintah lebih tegas, meminta korupsi benar-benar dihabisi, dan meminta pemerintah lebih transparan.

"Kalau saya harus mencegah mereka dalam kapasitas apa ? Tidak mungkin saya selaku Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat, mencegah rakyat yang ingin menyampaikan suara hati nurani nya, mencari keadilan. Jadi, jangan saudara Ramadhan Pohan mengaburkan masalah dan melempar tanggung jawab kepada pihak lain,” jelasnya dalam rilisnya, Senin (5/3/2012).

Pengalamannnya sebagai Menhankam/Pangab dan Menkopolkam, dirinya berkali-kali mengingatkan kepada semua pihak agar hati-hati terhadap tindakan anarkis.

"Kepada pemerintah saya meminta untuk dengan serius melakukan langkah-langkah mencegah terjadinya chaos dengan melakukan kebijakan yang berpihak kepada rakyat. Kebijakan yang nyata dan bukan hanya komitmen dan janji yang hanya menambah parahnya kepercayaan rakyat kepada pemerintahnya," tandas Wiranto.

Kalau tahun 1998, kata Wiranto, chaos dapat dikendalikan dalam tempo dua hari. Maka sekarang ini sudah berbeda. Chaos dalam skala nasional akan menjadikan NKRI tidak utuh lagi. Karena akan banyak pihak lain yang akan menangguk keuntungan dari situasi itu.

"Saya minta kepada saudara Ramadhan Pohan untuk berkonsultasi kepada Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sebelum terus-menerus mencari-cari kelemahan. Saya juga ingatkan, pengalaman jaman dulu tidak selamanya buruk. Justru kita harus banyak berkaca dan belajar dari pengalaman tempo dulu kalau ingin maju," Wiranto menegaskan.(Rachmat Hidayat)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved