Sebagian DPR Cenderung Berkolaborasi dengan Koruptor
Sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cenderung punya semangat yang kontraproduktif terhadap program antikorupsi
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM Yogyakarta, Oce Madril merasa pesimis terhadap komitmen DPR dalam pemberantasan korupsi. "Saya pesimistis terhadap DPR dalam pemberantasan korupsi. Sebagian anggota DPR memang cenderung kontraproduktif dengan semangat antikorupsi," ujar Oce Madril, di Jakarta, Sabtu (10/3/2012).
Oce Madril menjelaskan, penilaian itu terbukti dengan sikap para politisi. Sebagian elite politik di DPR, misalnya, berusaha melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan berusaha merevisi Undang-undang KPK. Proses ini rawan diselewengkan, untuk mempreteli kewenangan KPK dalam mengusut dan menyidik kasus korupsi.
"Kalangan politisi memiliki konflik kepentingan karena sebagian dari mereka mungkin saja suatu saat bisa terjerat kasus korupsi," katanya.
Sebagian anggota DPR adalah pengurus partai politik, yang tak ingin korupsi politik diganggu. Soalnya, kejahatan itu menjadi bagian dari usaha mencari dana untuk memenuhi kepentingan partai politik, kampanye pemilu, dan kegiatan politik lain.(Ilham Khoiri)