Sebagian DPR Cenderung Berkolaborasi dengan Koruptor

Sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cenderung punya semangat yang kontraproduktif terhadap program antikorupsi

Editor: snajli
Sebagian DPR Cenderung Berkolaborasi dengan Koruptor - 1131299620X310.JPG
KOMPAS/LASTI KURNIA
Gedung MPR DPR, Jakarta
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sebagian anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cenderung punya semangat yang kontraproduktif terhadap program antikorupsi, bahkan mereka cenderung berkolaborasi dengan koruptor.  

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM Yogyakarta, Oce Madril merasa pesimis terhadap komitmen DPR dalam pemberantasan korupsi. "Saya pesimistis terhadap DPR dalam pemberantasan korupsi. Sebagian anggota DPR memang cenderung kontraproduktif dengan semangat antikorupsi," ujar Oce Madril, di Jakarta, Sabtu (10/3/2012).  

Oce Madril menjelaskan, penilaian itu terbukti dengan sikap para politisi. Sebagian elite politik di DPR, misalnya, berusaha melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan berusaha merevisi Undang-undang KPK. Proses ini rawan diselewengkan, untuk mempreteli kewenangan KPK dalam mengusut dan menyidik kasus korupsi.

"Kalangan politisi memiliki konflik kepentingan karena sebagian dari mereka mungkin saja suatu saat bisa terjerat kasus korupsi," katanya.

Sebagian anggota  DPR adalah pengurus partai politik, yang tak ingin korupsi politik diganggu. Soalnya, kejahatan itu menjadi bagian dari usaha mencari dana untuk memenuhi kepentingan partai politik, kampanye pemilu, dan kegiatan politik lain.(Ilham Khoiri)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved