Warga Banda Aceh Teriaki Pembalap Liar
Kejengkelan warga Banda Aceh terhadap aksi para pembalap liar, tampaknya sudah semakin memuncak.
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kejengkelan warga Banda Aceh terhadap aksi para pembalap liar, tampaknya sudah semakin memuncak. Hal ini terlihat dari reaksi warga saat seorang pembalap liar terjatuh di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh, dinihari tadi.
Bukannya menolong, warga yang sedang menikmati malam di warung kopi Dhapu Kupi, Simpang Surabaya, kompak memberikan tepuk tangan dan teriakan-teriakan menyindir dalam bahasa Aceh. "Kumah keuh, mate keuh pajan", yang artinya kira-kira "Rasain, mampus kau!!!".
Untungnya, si pembalap yang diperkirakan berusia belasan tahun itu tidak mengalami cidera berarti. Ia cepat-cepat bangkit dari badan jalan dan berusaha keras menyalakan kembali sepeda motornya.
Di bawah teriakan seratusan warga yang memenuhi warung kopi, si remaja terlihat kikuk dan malu saat sepeda motor tak kunjung nyala, meski telah diengkol berulangkali. Sementara rekan-rekannya sesama pembalap, telah duluan kabur memacu sepeda motornya dalam kecepatan tinggi, ke arah Batoh.
Setelah motornya kembali menyala, si remaja ini lekas memacu kendaraannya, juga ke arah Batoh. Setelah kejadian itu, aksi balap liar sempat terhenti beberapa saat.
Amatan Serambinews.com, ruas jalan Mr Mohammad Hasan ini memang kerap menjadi arena balapan liar setiap malam minggu. Aksi mereka, terutama dengan suara knalpot yang sangat bising, sudah cukup mengganggu aktivitas warga.
Aparat Kepolisian Resort Banda Aceh sudah beberapa kali melakukan razia di ruas jalan ini, terutama di kawasan depan terminal dan Gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh. Namun, hingga sejauh ini, belum membuat para remaja ini jera.
"Seberapa kali pun razia dilakukan oleh polisi, tanpa kesadaran dari orang tua untuk membina anak-anak mereka, aksi anak-anak bengal ini tidak dapat dihentikan," ungkap Fauzan (38), warga Bayu, Aceh Besar.(*)