Diusulkan, IPL dan ISL Dilebur

PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menawarkan berbagai solusi terkait dualisme kompetisi

Editor: snajli
zoom-inlihat foto Diusulkan, IPL dan ISL Dilebur
AP Photo/Hasan Jamali
Kiper Indonesia, Andi Muhammad Guntur (terjatuh), dan bek Ardiles Hengki (kiri) menyaksikan gawangnya dikoyak pemain Bahrain pada laga kualifikasi Piala Dunia 2012 di Riffa, Bahrain, Rabu (29/2). Indonesia kalah 0-10. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyoroti kekalahan telak yang memalukan itu.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) menawarkan berbagai solusi terkait dualisme kompetisi yakni Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL). PT LPIS sepakat bila kedua kompetisi tersebut berjalan hingga akhir musim dan kemudian dilebur menjadi satu.

Hal tersebut disampaikan PT LPIS ketika menghadiri pertemuan bersama antara Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) dan Komite Olahraga Indonesia (KONI) di kantor KONI, Senin (12/3/2012).

Perwakilan LPIS yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah CEO PT LPIS Widjajanto, Direktur Kompetisi LPIS Hendriyana, Llano Mahardika. Turut hadir pula pengurus PSSI yakni Finantha Rudi (Direktur Legal PSSI), Rudolf Yesayas (Wasekjen Bidang Luar Negeri PSSI), dan Saleh Mukadar (Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI).

Pertemuan tersebut merupakan inisiatif KONI sebagai induk cabang olahraga dalam usaha melakukan rekonsiliasi di tubuh PSSI. Oleh karena itu, KONI membentuk sebuah tim rekonsiliasi yang diketuai oleh Safrudin dengan dibantu Sudirman (anggota), Amir Karyatin (anggota), dan Abdul Aziz Manaf (anggota).

"Mereka berharap supaya meninggalkan ego sektoral dengan menanggalkan masing-masing atribut dan memunculkan atribut baru atau nama baru (kompetisi)," kata Sekretaris Tim Rekonsiliasi, Sudirman.

PT LPIS, lanjut Sudirman, sepakat agar kompetisi terus berjalan sampai akhir musim. Nantinya, juara di masing-masing kompetisi akan diadu.

"Setelah itu duduk bersama mencari format yang baik untuk masa depan pembinaan sepak bola indonesia. Biarkan yang akan melaksanakan orang-orang terbaik dan profesional sehingga bisa dijamin akuntabilitas dan kebersihan daripada pelaksanaan itu. Secara transparan disampaikan kepada publik siapa sponsorship terbesar untuk mau menangani liga ini. Itu yang sama-sama dipilih," tuturnya.(Ferril Dennys)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved