Pembatasan BBM Subsidi

Rencanakan Demo Penggulingan SBY, Mahasiswa Diancam Polisi

Gulingkan SBY - Boediono serta Penolakan Kenaikan Harga BBM, dan TDL

Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Rencanakan Demo Penggulingan SBY, Mahasiswa Diancam Polisi
SANDRA MOBIL TANGKI PERTAMINA - Pendemo dari Aliansi BEM Jabar menyandra mobil tangki Pertamina dan menaikinya saat menggelar unjuk rasa menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan PHH Mustofa depan lapangan Gasibu, Kota Bandung, Kamis (8/3). Dalam aksinya yang berujung bentrok dengan petugas kepolisian ini, mereka menolak kenaikan harga BBM yang diusulkan pemerintah sebesar Rp 1.500 per liter. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rachmat Hidayat

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua BEM Universitas Haluoleo(UNHALU) Kendari, Zulfakar mendapat ancaman ketika mempersiapkan agenda unjuk rasa menentang rencana menaikkan harga bahan bakar minyak(BBM). Zulfakar diancam oleh aparat kepolisian kota Kendari.

Kejadian ini berlangsung setelah Zulfakar mengikuti pembahasan teklap (tekhnis lapangan) aksi di Kampus MIPA Unhalu terkait rencana aksi Gulingkan SBY - Boediono serta Penolakan Kenaikan Harga BBM, dan TDL.  Teklap ini dihadiri 12 BEM dan 26 Organ Ekstra kampus, yang akan  dilakukan hari ini.

Pendiri LSM Bendera, Adian Napitupulu menjelaskan kronologi kejadian. Dalam perjalanan pulangnya sekitar pukul 19.00 WITA, Zulfakar dibuntuti 1 Mobil Polisi berpakaian preman dan diberhentikan paksa di depan Kantor Datraco Taksi.

"Di tempat kejadian tersebutlah, Zulfakar mendapatkan tindakan kekerasan fisik dan ancaman pembakaran motor yang dikendarainya oleh aparat yang berpakaian preman (intel). Dan 1 orang polisi yang masih berseragam dinas, diketahui bernama Yusuf dengan pangkat Briptu," kata Adian, Senin(12/3/2012).

Mendapat informasi bahwa Wakil Ketua BEM Unhalu, mendapatkan tindakan tidak wajar dari kepolisian, beberapa ketua lembaga mahasiswa langsung mendatangi tempat kejadian. Peristiwa ini juga disaksikan oleh puluhan warga setempat. Sehingga ketegangan sulit untuk dihindari.

"Upaya mediasi untuk menghindari bentrokan mahasiswa yang dibantu warga dengan kepolisan dipimpin langsung oleh Kapolsek mandonga.
Ketua BEM Universitas Haluoleo (UNHALU), meminta dengan tegas permohonan maaf dari Institusi kepolisian secara kelembagaan atas kejadian tersebut," ujar Adian.

Dijelaskan, hingga saat ini beberapa ketua Lembaga dan mahasiswa sementara bertahan di Posko Gulingkan SBY - Boediono di simpang empat bekas tempat dilakukannya. MTQ Kota Kendari.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved