Pembatasan BBM Subsidi

Volume BBM Tahun 2012 Ditargetkan 40 Juta Kiloliter

Kenaikan harga BBM dan pengurangan subsidi harus disertai dengan penyesuaian stok volume BBM

Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Volume BBM Tahun 2012 Ditargetkan 40 Juta Kiloliter
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah sepeda motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (6/3/2012). Pemerintah akan mempersiapkan sebaik mungkin pemberian kompensasi atas rencana kenaikan harga BBM guna mengantisipasi dampak fatal yang mungkin dapat terjadi di kemudian hari. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adiatmaputra Fajar Pratama

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kenaikan harga BBM dan pengurangan subsidi harus disertai dengan penyesuaian stok volume BBM. Agar stok volume tidak bobol seperti tahun lalu, Ditjen Migas setuju untuk mengurangi stok BBM.

Dirjen Migas Kementrian Energi Sumber Daya Mineral, Evita Legowo dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR setuju untuk mengurangi volume BBM sebanyak 1,7 juta kiloliter.

"Tahun 2011 volume BBM telah mencapai 41,7 juta Kiloliter. Realisasi Volume APBN direncanakan 40 jutakiloliter dan yang diusulkan dalam RAPBN sama yaitu 40 jutakiloliter," ujar Evita Legowo, di Komisi VII DPR RI, Senin (12/3/2012).

Pengurangan volume BBM berdasarkan tiga jenis BBM yakni Premium, Kerosin, dan Solar. Dibandingkan tahun lalu, Ditjen Migas akan mengurangi volume setiap jenis BBM sebesar 5%.

"Premium jadi 24,41 juta kiloliter, Kerosene jadi 1,7 juta kiloliter, dan Solar jadi 13,8 juta kiloliter,"ungkap Evita Legowo.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved