Khamenei: Iran Akan Menyerang Untuk Mempertahankan Diri

Tokoh Iran Ayatollah Ali Kamenei, mengatakan Iran akan menyerang untuk mempertahankan diri dalam menghadapi agresi dari Amerika Serikat atau Israel.

Editor: snajli
Khamenei: Iran Akan Menyerang Untuk Mempertahankan Diri - Khamenei_iran.jpg
net
Ayatollah Ali Khamenei
SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan Iran akan menyerang untuk mempertahankan diri dalam menghadapi agresi dari Amerika Serikat atau Israel.

"Kami tidak memiliki senjata nuklir dan kami tidak akan membuatnya tetapi dalam menghadapi agresi dari musuh, baik dari Amerika atau rezim Zionis, untuk mempertahankan diri kami akan menyerang pada tingkat yang sama sebagaimana musuh menyerang kami," kata Khamenei yang disiarkan langsung di televisi, seperti dilansir reuters, Selasa (20/3/2012).

"Amerika membuat kesalahan besar jika mereka berpikir dengan mengancam mereka akan menghancurkan bangsa Iran," katanya dalam pidato tahunan untuk memperingati Nowruz, Tahun Baru Iran.

Israel dan Amerika Serikat telah mengancam tindakan militer terhadap Iran jika tidak meninggalkan kegiatan-kegiatan nuklir yang Barat duga ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pembicaraan lebih lanjut antara Iran dan negara kelompok P5 +1 diharapkan berlangsung bulan depan dalam upaya untuk mencapai kesepakatan kompromi.

Pembicaraan terbaru antara kekuatan dunia dan Iran gagal pada bulan Januari 2011 karena penolakan Iran untuk menangguhkan pekerjaan pengayaan uranium sensitif, seperti yang dituntut oleh resolusi PBB dan beberapa negara besar.

Ia mengatakan Iran memiliki hak untuk mengembangkan program nuklir damai di bawah Perjanjian Non-Proliferasi nuklir.

AS dan sekutunya telah memberlakukan sanksi baru yang keras terhadap Iran sejak awal tahun ini yang menurut diplomat barat adanya tanda-tanda berpengaruh kuat terhadap perekonomian Iran.

Sebelumnya, Khamenei mengumumkan rencana produksi nasional dan mengajak rakyat Iran untuk membeli barang buatan dalam negeri, yang diyakini akan membantu untuk menghadapi sanksi.

Sumber: Reuter

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved