Polisi Ambil Memory Card Kamerawan Televisi
Seorang kamerawan televisi swasta nasional mengaku tiba-tiba dikejar oleh sejumlah polisi, lantaran sedang mengambil gambar unjuk rasa di Gambir
"Saya sedang mengambil gambar, lalu diserang sama polisi," ujar Adi Hartanto, sang kamerawan tersebut.
Adi memaparkan, saat itu ia sedang mengambil gambar mahasiswa yang sedang diringkus polisi di Jalan Pejambon, Jakarta Pusat. Tiba-tiba, polisi menarik dan mengambil kamera video yang digunakan oleh Adi ketika meliput.
"Memory card saya diambil oleh polisi," tukasnya.
Polisi akan mencari memory card milik seorang wartawan televisi nasional itu setelah ada laporan yang menyatakan memory card milik seorang wartawan diambil petugas
"Tadi ada wartawan bilang ke saya, kameranya diambil oleh oknum, dan isinya berupa memory card kecil," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto.
Rikwanto pun mengaku sudah menanyakan hal ini kepada setiap pimpinan pasukan, baik Brimob maupun Sabhara.
"Kami usahakan mendapatkan rekaman itu. Kami minta waktu saja," cetusnya. (*)
