Kenaikan Harga BBM
Ribuan Aparat TNI Bersenjata di DPR Dibekali Peluru Tajam
Ribuan personel TNI bersenjata lengkap itu ditempatkan di sejumlah tempat di kawasan gedung DPR/MPR RI
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Sedikitnya 1.500 hingga 2.000 aparat TNI melakukan pengamanan di dalam gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Pengamanan tersebut terkait antisipasi kerusuhan jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), 1 April 2012.
Ribuan personel TNI bersenjata lengkap itu ditempatkan di sejumlah tempat di kawasan gedung DPR/MPR RI.
Informasi yang diperoleh Tribun, senjata laras panjang aparat TNI tersebut dibekali peluru tajam.
"Senjata kami dibekali peluru tajam, ini hanya untuk jaga-jaga, antisipasi kerusuhan dan aksi anarkis mahasiswa di gedung DPR/MPR RI," ungkap seorang personel TNI yang enggan disebutkan namanya, kepada Tribunnews.com, Jumat (30/3/2012).
Anggota TNI tersebut mengatakan, satu aparat TNI dibekali 10 peluru tajam. Penggunaan peluru tajam diperkenankan jika kondisi sudah darurat dan personel Polri tak mampu lagi mengendalikan massa yang menerobos dan melakukan aksi anarkis di gedung DPR/MPR.
Jumlah personel TNI yang disiagakan tersebut di antaranya, satu batalion pasukan Marinir (600 personel), satu batalion pasukan Arhanud (600 personel), dan sisanya adalah personel Kodim 05 Jakarta Pusat.
Ribuan personel TNI ini mulai melakukan pengamanan di gedung DPR/MPR RI sejak Senin, 26 Desember 2012. Mereka akan disiagakan hingga 5 April mendatang.
Namun jika kondisi belum kondusif, kata anggota TNI tersebut, masa tugas mereka diperpanjang sampai waktu yang belum ditentukan.
"Keberadaan kami di sini adalah sebagai BKO Polda Metro Jaya. Dan jika kondisi dinyatakan belum aman, tugas kami bisa diperpanjang," pungkas sumber Tribun tersebut.
Anggota Polri sendiri akan disiagakan di gedung DPR/MPR RI hingga tanggal 24 April mendatang.(*)