Mahasiswa Solo Bertahan di Jalan Hingga Enam Bulan
Meski pemerintah akhirnya menunda menaikkan harga BBM 1 April ini, mahasiswa dan elemen masyarakat di Solo tetap bertekad melakukan aksi unjuk rasa
SERAMBINEWS.COM, SOLO – Meski pemerintah akhirnya menunda menaikkan harga BBM 1 April ini, mahasiswa dan elemen masyarakat di Solo tetap bertekad melakukan aksi unjuk rasa. Mereka yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Solo (AMMAS) telah mendirikan camp yang akan bertahan hingga enam bulan kedepan.
Camp tersebut terletak di bundaran Gladak, Jalan Slamet Riyadi. Di camp yang terdiri dari tiga buah tenda tersebut, mahasiswa menginap untuk menggalang dukungan dari masyarakat.
“Camp akan tetap ada hingga enam bulan kedepan. Kami akan terus menggalang dukungan dan melakukan aksi sampai pemerintah tak menaikkan harga BBM,” kata Koordinator AMMAS Wisnu Wardana, Minggu (1/4/2012).
Hasil sidang paripurna DPR RI yang menyetujui UU APBN-Perubahan atau menambahi Pasal 7 Ayat 6 dengan huruf “a” semakin menguatkan AMMAS untuk melakukan protes. Sebab pasal tambahan tersebut masih membuka peluang bagi pemerintah menaikkan harga BBM hingga enam bulan kedepan. “Kami juga menuntut pasal siluman itu dicabut,” ujar Wisnu lagi.
Keberadaan camp dan unjuk rasa itu sekaligus untuk menunjukkan bahwa perlawanan terhadap kebijakan tak pro pada rakyat masih terus menggema dari Kota Bengawan. AMMAS sendiri menyatakan empat sikap resminya. Pertama, menolak segala kebijakan yang notabene menyengsarakan rakyat. Kedua, menolak kenaikan harga BBM sekarang, besok dan sampai kapanpun.
Ketiga, mengutuk aksi kekerasan pada mahasiswa seperti yang terjadi di gedung DPR RI dan Jalan Di Ponegoro Jakarta. Dan yang terakhir, meminta pejabat negara tidak mementingkan kelompoknya. AMMAS sendiri, yakni gabungan dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Yakni PMII, HMI, GMNI, KAMMI, PMKRI, GMKI, LMND, KASBI, SBSI 92, PRD dan FPP Kota Solo. (*)