Kenaikan Harga BBM
Nur Wahid: PKS Tidak Berkoalisi dengan Golkar !
Riuhnya gelombang mendesak agar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) keluar dari Setgab Koalisi
Mantan Presiden PKS ini menegaskan PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Bukan dengan Partai Golkar.
Mengapa demikian Calon Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan demikian?
“Pertama, perlu juga ditegaskan bahwa kalau posisinya terkait dengan koalisi. Kita boleh mengkritisi bahwa Pak Aburizal Bakrie telah membuat sebuah pernyataan, menyampaikan selamat kepada Golkar, Fraksi Golkar karena menjadi rujukan bagi semuanya. Pertanyaan mendasar adalah apakah kita koalisi dengan Golkar atau Partai Demokrat?" katanya, saat ditemui Tribunnews.com, Jakarta, Selasa (3/4/2012).
“Kita jelas koalisinya dengan Partai Demokrat, dengan Pak SBY,” demikian ia memastikan. Lebih lanjut, Nur Wahid menarik ke belakang, saat proses rapat Paripurna DPR pekan lalu terjadi. Menurutnya, Demokrat dalam konteks pendapatnya dalam paripurna, adalah kalau kenaikan lima persen harga BBM dibolehkan naik.
Ditegaskannya, di awal proses paripurna seluruh fraksi ternyata pendapatnya tidak sama dengan Demokrat. “PAN 10 persen, PPP beda lagi, PKB 17,5 persen, PKS diatas 20 persen, kemudian Golkar 15 persen. Jadi yang berbeda bukan hanya Demokrat pada prosesnya. Kemudian yang dirujuk semuanya fraksi adalah justeru pada Partai Golkar,” kembali ia mengingatkan pada proses dan sikap semua fraksi Setgab kala di rapat paripurna DPR lalu.
“Saya kembali bertanya kita ini sedang berkoalisi dengan Golkar atau berkoalisi dengan Demokrat. PKS tidak berkoalisi dengan Golkar,” tandasnya. Dia menambahkan lagi, bahwa PKS membuat keputusan penyikapan sendiri, PKS sudah menyatakan argumentasinya dengan cara-cara rasional dan solutif dan memberikan jalan keluar yang banyak.