Gempa Aceh
Mengeruk Keuntungan di Tengah Kepanikan
ada saja warga yang memanfaatkan situasi untuk mengeruk keuntungan pribadi. Fenomena ini terjadi di kawasan jalan Mohd Jam, Banda Aceh
Editor:
mufti
LAPORAN SAID
KAMARUZZAMAN
BANDA ACEH - Di tengah kepanikan massal sesaat setelah gempa besar 8,5 SR terjadi, ada saja warga yang memanfaatkan situasi
untuk mengeruk keuntungan pribadi. Fenomena ini terjadi di kawasan
jalan Mohd Jam, Banda Aceh, Rabu (11/4)
sore.
Seorang laki-laki dengan anaknya di gendongan coba menarik perhatian warga dengan menangis. Dengan pakaian yang lusuh, lelaki itu berputar-putar di antara kerumunan warga yang sedang menyelamatkan diri. ”Tanyoe hanjeut tajak neuk.
Hana ungkoh moto. Peng meusiribee tan lam keh. Hana soe bantu tanyoe. (Kita tak bisa pergi nak, Tak punya ongkos naik mobil. Uang seribu pun tak ada di kantong). Tidak ada yang bantu kita),” kata si lelaki seraya mengusap-usap kepala anaknya yang kebetulan sedang menangis. Iba dengan pernyataan si lelaki, beberapa ibu memberikan ”ongkos” transportasi agar si lelaki dan anaknya bisa menyelamatkan diri ke daerah yang aman seperti halnya warga yang lain. ”Ada yang memberi 5.000, ada juga yang memberi 10.000,” kata Ani (23) kepada Serambi. Ani sendiri mengaku menyodorkan Rp 10.000 membantu si lelaki dan anaknya.Namun, kata Ani, rupanya si lelaki tersebut memanfaatkan belas kasihan di tengah kepanikan untuk mengeruk keuntungan
pribadi. ”Beberapa menit kemudian, saya juga melihat dia menangis di dekat
masjid raya minta ongkos transportasi
sama warga. Seperti halnya kami, beberapa warga juga tampak memberikan uang kepada dia.
Rupanya dia pura-pura tak punya uang transpor,” kata Ani seraya mengaku kesal dengan perilaku lelaki tersebut. Ani yakin, banyak warga yang terkecoh dengan
tingkah si lelaki. Dia berharap, hendaknya
warga Aceh tidak berperilaku demikian,
apalagi di tengah bencana yang diberikan Tuhan.--------
Pantau Komunikasi Relawan RAPI Yang Bertugas dilapangan pasca gempa di SerambiFM 90.2.Mhz
Berita Terkait