Gempa Aceh
Warga Abdya Mengungsi di Tiga Titik
Warga eksodus menggunakan sepeda motor, kendaraan pribadi dan bak terbuka memboyong anggota keluarga
BLANGPIDIE- Ribuan warga Kecamatan Susoh, termasuk sebagian warga
Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sampai pukul
18.30 WIB, Rabu (11/4) malam, masih bertahan di tiga titik lokasi
pengungsian.
Gempa 8,7 SR pukul 15.30 WIB, dan gempa susulan 8,9 SR pukul 17.30 WIB
yang menguncang bumi Abdya, menimbulkan kepanikan luar bisa.
Ribuan warga Kecamatan Susoh, daerah pesisir pantai Samudera Hindia,
segera mengunggi ke lokasi tinggi di beberapa titik di Kecamatan
Blangpidie.
Warga eksodus menggunakan sepeda motor, kendaraan pribadi dan bak
terbuka memboyong anggota keluarga. Lokasi penggungsian yang masih
dipadati ribuan warga terkonsentrasi di tiga titik. Lokasi pengunungan
kompleks perkantoran Keude Paya, di kawasan Bendungan Irigasi Desa
Mata Ie, dan Desa Guhang, dalam wilayah Kecamatan Blangpidie.
Ribuan warga Abdya panik luar biasa lantaran gempa kuat tersebut berpotensi tsunami.
Gempa pertama pukul 15.30 WIB, puluhan pasien yang sedang menjalani perawatan di RSUD Abdya di Ujong Padang, Susoh, terpaksa dikeluarkan oleh anggota keluarga melalui jendela ruang pewatan. Tak sedikit pasien dikeluarkan dengan dalam keadaan masih terpasang selang infus menuju halaman rumah sakit.
Belum ada laporan jiwa dampak gempa besar tersebut, namun sejumlah bangunan toko bertingkat dalam kota Blangpidie mengalami rentak dinding beton.
Sementara wartawan Serambi, di Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, mengunggi ke lokasi pengunungan, karena takut terjadi tsunami.
Warga Tapaktuan yang mendiami lekuk pantai tersebut hingga Rabu (11/4) malam tadi masih b ertahan di lokasi pengungsian di Dusun lubuk, Desa Gampong Hulu, dan sejumlah kawasan pegunungan lainnya. Ribuan warga,dilaporkan masih terlihat panik.