Gempa Aceh
Gempa tak Pengaruhi Aktivitas Burni Telong
Pasca gempa bumi kekuatan 8,5 scala richter (SR) yang melanda Aceh dan sebagian Pulau Sumatera, Rabu (12/4) tidak berpengaruh
Meskipun tidak berpengaruh, tim pemantau gunung terus berjaga-jaga melihat perkembangan Burni Telong setiap saat. Petugas Pos Pemantau Gunung Burni Telong di Kampung Kute Kring, Kecamatan Bukit, Sulaiman, Kamis (12/4) mengatakan, tidak ada peningkatan aktivitas gunung berapi Burni Telong Paska Gempa dahsyat itu.
Dikatakan Sulaiman, sejak terjadinya gempa pertama, Rabu (11/4) petang, dari rekaman alat Seismograf (alat pencatat kekuatan gempa) terlihat, gempa tektonik terjadi sebanyak 61 kali, namun sejauh ini aktivitas Burni Telong masih relatif aman. “Tidak terlihat tanda tanda perubahan signifikan akibat gempa Rabu 11 April 2012,” ujar Sulaiman.
Berdasarkan catatan sejarah, Burni Telong pernah meletus tahun 1837 disusul 1939, 1856, 1919 dan terakhir 1924. Pada akhir 2005, ahli gunung berapi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pernah meneliti aktivitas Burni Telong. Saat itu, aktivitas meningkat ditandai dengan semakin melebarnya tanah kering dipuncak dan sebagian besar rumput-rumput di seputar puncak mulai menguning, namun aktivitas terus turun hingga kemarin dengan status Aktif Normal.(min)