Wawancara dengan Zaini Abdullah
Di tangan bekas pucuk pimpinan GAM itulah nasib Aceh lima tahun kedepan dipertaruhkan.
Sesuai yang kami sampaikan kepada masyarakat di dalam kampanye, kami juga akan mengurangi faktor-faktor kemiskinan. Kemudian juga masalah pengangguran. Jadi, tujuan utama kami adalah masyarakat menengah ke bawah agar ada peningkatan perekonomian mereka. Perbaikan hasil petani, pekebun, dan nelayan, serta untuk rakyat kecil korban konflik dan tsunami, yang mengalami kemiskinan, yang sebagian besar angkanya ada di pedesaan, juga sebagian di perkotaan
Konkretnya?
Tentu kita akan mengadakan perbaikan pada struktur dan administrasi dan cara kerja. Ini APBA (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh) kami fokuskan. Kenapa di Aceh ini ada begitu banyak uang, dari hibah-hibah, tapi justru kemiskinan terjadi di Aceh.
Kemudian, kita juga akan lihat hasil bumi di Aceh. Ada demikian banyak hasil bumi di Aceh, tapi rakyat kecil dalam keadaan miskin. Ini yang akan kita lihat, di mana letak kesalahan tersebut.
Kesalahan itu ada di mana?
Tepatnya tak bisa saya katakan di sini. Mungkin nanti saat sudah bekerja, kami akan mengetahui di mana letak kesalahan. Demikian pula pada sisi manajemen, yang semestinya mereka berjalan menurut apa yang diprogramkan partai.
Kemudian, faktor-faktor meningkatnya korupsi, ini juga suatu hambatan sehingga tak bisa dicapai sesuai semestinya.