Pilkada Aceh Utara

KIP: Pilkada Aceh Utara Lancar

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara membantah bahwa penyelenggaraan Pilkada Aceh Utara diwarnai pelanggaran secara

* Tujuh Saksi Beberkan Intimidasi di Sidang di MK

JAKARTA - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara membantah bahwa penyelenggaraan Pilkada Aceh Utara diwarnai pelanggaran secara terstruktur, sistematis, dan massif. KIP menegaskan pelaksanaan Pilkada Aceh Utara berlangsung jujur, adil, demokratis, dan bermartabat.

Bantahan dan penegasan tersebut disampaikan pihak KIP Aceh Utara melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Effendi Idris SH MBA & Rekan, dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilu (PHPU) kepala daerah Kabupaten Aceh Utara yang diajukan pasangan calon bupati/wakil bupati H Sulaiman Ibrahim/Drs T Syarifuddin, di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (30/4).

“Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya laporan pelanggaran yang diterima Panwas Aceh Utara, baik laporan dari saksi maupun masyarakat,” kata Effendi Idris.

Selain mendengarkan jawaban termohon KIP Aceh Utara, sidang lanjutan yang dipimpin M Akil Mochtar, juga mendengarakan keterangan tujuh dari 30 orang saksi yang diajukan pemohon.

Salah seorang saksi, Sanusi, mengaku mendapat teror dan intimidasi dari anggota PA kalau dirinya tidak memilih pasangan calon bupati/wakil bupati yang diajukan Partai Aceh. “Yang mengancam saya itu justru keponakan saya sendiri yang kebetulan berbeda pilihan dengan saya dalam pilkada ini,” kata Sanusi.

Ia juga mengatakan, bahwa intimidasi dan teror juga ditujukan kepada istrinya, hingga terpaksa dungsikan ke kecamatan lain. Ancaman dan teror juga dialami saksi lain, M Nasir Ibrahim, penduduk Tanah Luas. “Saya mendapat telepon gelap sepuluh hari sebelum pencoblosan. Saya dituduh menjual bangsa kalau memenangkan Sulaiman Ibrahim,” kata Nasir.

Sidang perkara PHPU ini akan dilanjutkan pada, Selasa (1/5) hari ini, dengan agenda mendengarkan keterengan saksi yang diajukan pemohon.

Kuasa hukum pihak terkait, pasangan Cabup/Cawabup terpilih, H Muhammad Thaib/Drs M Jamil MKes, Mukhlis Mukhtar SH dkk. masih belum memastikan apakah ikut mengajukan saksi atau tidak. “Kami masih melihat perkembangan,” kata Mukhlis Mukhtar.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved