Breaking News:

Hari Pendidikan Nasional

Rayakan Hardiknas, ISNU Kenang Pemikiran Hasyim Asyhari

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama(ISNU) memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012

Rayakan Hardiknas, ISNU Kenang Pemikiran Hasyim Asyhari
net ISNU
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama(ISNU) memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2012 dengan melakukan kunjungan sekaligus memberikan sumbangan ke Pondok Pesantren Al-Hakim yang berlokasi di Perum Mahkota Indah, Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Dalam acara yang akan dihadiri pula Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa Sekjen ISNU Khalid, Anggota Komisi VII DPR Dewi Aryani Wakil Kepala BPH Migas, Fahmi Harsandono akan membahas pemikiran KH Hasyim Asyari mengenai pendidikan islam.

Dewi Aryani mengatakan saat ini masalah korupsi sudah sangat kritis lagi kronis. Menurunnya etika, moral dan berbagai nilai kebaikan sudah menjadi keprihatinan nasional.

"Tidak ada lagi perpaduan cerdik, pandai, ulama, dan umaro (Pemimpin) dalam mengelola bangsa dan negara. Buruknya pola pendidikan nasional kita saat ini menjadi cermin kurang efektif dan kurang tepatnya sistem pendidikan negeri ini," ujar Dewi, Rabu(2/5/2012).

Tujuan pendidikan itu kata Dewi yang seharusnya mencakup tiga hal penting yaitu transfer of knowledge, change of behavior, and build of integrity dan ini tidak terlaksana di Indonesia. Akibatnya anak didik hanya dipaksa menghafal tetapi mengabaikan pendidikan budi pekerti dan proses pembentukan integritas dan moralitas yang baik.

ISNU sebagai organisasi para sarjana memposisikan sebagai organisasi yang siap menjadi agen perubahan negeri termasuk dalam bidang pendidikan ini.
"Setidaknya kami memberikan panutan bagaimana kepedulian ini diwujudkan dalam program nyata dalam masyarakat termasuk institusi pendidikan non formal seperti pondok pesantren." jelasnya.

Tokoh Islam yang hingga kini menjadi panutan dan gurunya para tokoh yaitu KH. Hasyim Asyari menuangkan pemikirannya tentang pendidikan.
Pendidikan yang digambarkan dalam Islam menurut beliau terangkum dalam sebuah kitab karangannya yang berjudul “Muta’allim Fima Yahtaj Ilah Al-Muta’alim Fi Ahual Muta’allum Wa Yataqaff Al-Mu’allim Fi Maqamat Ta’limah” .

Dalam kitab tersebut beliau merangkum pemikirannya tentang pendidikan Islam kedalam delapan poin, yaitu keutamaan ilmu dan keutamaan belajar mengajar, etika yang harus diperhatikan dalam belajar mengajar, etika seorang murid kepada guru, etika seorang murid terhadap pelajaran dan hal-hal yang harus dipedomi bersama guru.

Selain itu ada etika yang harus dipedomani seorang guru, etika guru ketika dan akan mengajar, etika guru terhadap murid-muridnya, etika terhadap buku, alat untuk memperoleh pelajaran dan hal-hal yang berkaitannya dengannya.

Dari delapan pokok pemikiran di atas, Hasyim Asy’ari membaginya kembali kedalam tiga kelompok, yaitu signifikansi pendidikan, tugas dan tanggung jawab seorang murid, tugas dan tanggung jawab seorang guru.

Editor: hasyim
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved