Hama Berkurang, Panen Padi Melimpah
Di berbagai kecamatan yang menjadi lumbung padi, hampir semua persawahan berhasil panen.
Catur menyebutkan, mulai berkurangnya serangan wereng dan konsistensi cuaca mempengaruhi peningkatan produksi padi pada musim tanam tahun ini.
Hingga musim panen ini, berdasarkan data dari Dinas Pertanian Banyuwangi, persawahan yang terkena wereng hanya belasan hektar, jauh berkurang dari tahun lalu yang mencapai 200-an hektar.
Cuaca sangat besar pengaruhnya, tahun ini sudah mulai ada musim kemarau. Wereng dan hama lain jadi tidak bisa berkembang pesat seperti tahun-tahun sebelumnya, kata Catur.
Diperkirakan, jumlah pasokan padi pada musim panen kali ini mencapai lebih dari 300.000 ton GKP. Jumlah perkiraan itu berdasarkan luasan lahan persawahan yang mencapai tak kurang dari 40.000 hektar dan angka produksi per hektar sekitar 6,7 ton GKP.
Melimpahnya panen, turut menekan harga beras dua bulan terakhir. Rahmat Sakri (33) pedagang beras pasar Blambangan Banyuwangi mengatakan harga beras baru naik pada bulan Mei ini setelah hampir 2 bulan stabil. Bahkan saat digoyang isu BBM Maret lalu, beras Banyuwangi malah turun harga sampai Rp 100-200 per kg karena kebanjiran pasokan.
Pada Mei ini setelah panen raya berakhir, menurut Sugeng Rahmat (37) pedagang beras lain, harga sudah mulai naik lagi. Tetapi kenaikannya hanya sekitar Rp 100 per kg.