Wali Kota: Ulee Lheue Tetap Tutup Malam Hari

Jadwal dan arus kunjungannya yang dibatasi. Misalnya ke kawasan pelabuhan dan pinggir laut yang dianggap rentan disalahgunakan untuk lokasi maksiat

BANDA ACEH - Penjabat (Pj) Wali Kota Banda Aceh, Drs T Saifuddin TA MSi, mengatakan bahwa kawasan Wisata Pantai Ulee Lheue hanya ditutup untuk umum, mulai pukul 18.15 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Sedangkan sejak pagi hingga sore hari, kawasan wisata tersebut tetap terbuka untuk setiap pengunjung.

“Jadwal dan arus kunjungannya yang dibatasi. Misalnya ke kawasan pelabuhan dan pinggir laut yang dianggap rentan disalahgunakan untuk lokasi maksiat,” kata Saifuddin usai rapat koordinasi khusus bersama 17 Imum Mukim di ruang rapat wali kota, Jumat (4/5) kemarin.

Selain membahas masalah Ulee Lheue, dalam rapat tersebut juga disepakatitentang membatasi arus kunjungan dan hilir-mudik warga ke sejumlah kawasan wisata pantai lainnya, seperti Alue Naga, Deah Raya, kawasan Makam Syiah Kuala. Rapat tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Pemko Banda Aceh lainnya.

Di hadapan para Imum Mukim se-Kota Banda Aceh, T Saifuddin menegaskan, penegakan syariat Islam yang dilancarkan pemerintah selama ini, tidak ada hubungannya dengan pembangunan dunia kepariwisataan yang digalakkan Pemko Banda Aceh.

Seperti diketahui, penutupan kawasan pantai wisata Ulee Lheue di malam hari, dipicu bersamaan munculnya cafe gelap di sekitar pantai karena kafe-kafe tersebut ditengarai disalahgunakan pengunjung sebagai lokasi berbuat maksiat.

Perwakilan masyarakat dari 16 gampong di Kecamatan Meuraxa, dalam sebuah rapat dengan unsur Muspika, memutuskan untuk menutup jalan menuju Pelabuhan Ulee Lheue, mulai pukul 18.15 WIB hingga pukul 06.00 WIB. Di luar jadwal tersebut, pengunjung dan pedagang tetap diizinkan masuk dan beraktivitas seperti biasa, dengan tetap memperhatikan syariat, norma dan adat istiadat.(awi)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved