Opini
Budidaya Perikanan Aceh
SEBAGAI negara maritim terbesar di Asia Tenggara dengan panjang garis pantai 95.181 Km, Indonesia memiliki peluang menjadi negara produsen
Ujung tombak
Oleh sebab itu, peran serta pemerintah dan pengusaha dalam hal ini perlu ditingkatkan. Juga, perlu adanya perhatian dan dorongan kepada para penyuluh perikanan sebagai ujung tombak penghubung kepada masyarakat, sehingga mereka termotivasi untuk terus bekerja maksimal dalam menyalurkan keterampilan dan pengetahuannya kepada para penggiat budidaya.
Penulis tidak bermaksud membanding-bandingkan kehebatan atau kekurangan suatu negara atau ingin memuji secara berlebihan keberhasilan negara lain, namun alangkah baiknya jika kita mau menyadarinya dan melihat kenyataan akan besarnya potensi yang Aceh miliki namun belum termanfaatkan secara optimal.
Oleh sebab itu, marilah bersama-sama kita membangun dunia perikanan Aceh, baik perikanan budidaya maupun perikanan tangkap yang dimulai dengan mempersiapkan mental usaha para penggiat perikanan, serta sumber daya manusia yang handal di bidang ini demi kemajuan perikanan Aceh pada masa yang akan datang.
* Agus Putra A. Samad, Mahasiswa Program Doctoral di Department of Aquaculture, National Taiwan Ocean University (NTOU), Taiwan. Email: agus.putra.samad@gmail.com