Penembakan di Aceh
Suami Saya Ingin Anaknya Kuliah Hukum
HINGGA Kamis kemarin atau hari kedua pasca-insiden pemberondongan yang menewaskan Syukri Abdullah alias Pangkuek (35)
Nuansa berkabung terlihat sangat kental di rumah duka, Lorong Ulee Gajah, Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Di sepanjang lorong ini, bendera PA setengah tiang juga berkibar.
Rumah yang berlokasi paling ujung lorong itu terus ramai dikunjungi warga. Ketika Serambi berada di rumah itu, Kamis (17/5), terlihat seorang wanita berwajah murung. Dia adalah Alwijah (32), istri almarhum Syukri. Pasangan ini dikaruniai seorang putri dan seorang putra.
Ketika mengetahui suaminya tewas diberondong pada Rabu (16/5) dini hari, Alwijah sempat syok. Bahkan, putrinya, Intan Munira (11) menangis sejadi-jadinya mendengar kabar duka itu. “Terakhir kali kami komunikasi dua hari sebelum kejadian. Setelah saya mengirim sms untuk menanyakan persoalan sekolah Intan yang mau masuk SMP,” kata Alwijah sambil menahan sedih.
Saat berangkat ke Banda Aceh beberapa hari lalu, suaminya tidak bercerita sesuatu yang mengkhawatirkan. “Suami saya hanya pernah mengatakan keinginannya untuk shalat di makam Tgk Muhammad Hasan Di Tiro. Cuma itu yang dia bilang menjelang berangkat ke Banda Aceh,” ujar Alwijah.
Hingga hari kedua pasca-meninggalnya sang ayah, Intan terus termenung bahkan menangis setiap melihat foto ayahnya. “Saya nggak tau harus bilang apa kalau dia menangis. Anak saya sangat manja dengan ayahnya,” katanya.
Yang lebih memilukan adalah perangai anak keduanya, Rangga Noval yang masih berusia 18 bulan. Setiap melihat mobil seperti mobil ayahnya, anak itu selalu menunjuk-nunjuk sambil menangis. “Suami saya sangat perhatian dengan pendidikan anak-anaknya. Malah dia berpesan agar anaknya tak boleh putus sekolah. Dia ingin anak-anaknya kuliah di fakultas hukum biar jadi pengacara,” begitu pengakuan Alwijah.(jafaruddin)