Mengarungi Keangkeran Lembah Baliem
Skuadra PSAP Sigli melakoni partai tandang terberat ketika dijamu Persiwa Wamena, Papua, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League
SIGLI - Skuadra PSAP Sigli melakoni partai tandang terberat ketika dijamu Persiwa Wamena, Papua, dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2011/2012, di Stadion Pendidikan, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, petang nanti pukul 15:30 WIT atau 13:30 WIB.
Besutan Jessie Mustamu datang ke pedalaman tengah Papua, dengan modal kurang menguntungkan. Ya, sejak ditangani Jessie Mustamu, ternyata PSAP tak pernah menang dalam lima pertandingan terakhir. Bahkan, dalam laga di Kuta Asan melawan dua tim Jawa Timur yakni Arema Malang dan Persela Lamongan, PSAP hanya bisa bermain draw.
Kecuali itu, PSAP juga dipastikan tanpa kekuatan penuh setelah Ferry Komul tak diboyong ke Tanah Papua. Kehilangan Komul tentu saja sangat mempengaruhi kekuatan Laskar Aneuk Nanggroe--julukan PSAP--di lini tengah. Selanjutnya, bek kiri asal Makasar, Sukman Suaib juga absen akibat akumulasi kartu kuning.
Pelatih PSAP, Jessie Mustamu kepada Serambi, Sabtu (2/6) petang, menghadapi tuan rumah Persiwa, Sayuti, Sekou Camara dan Abubakar Bah masih kelelahan setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh. Sehingga, anak-asuhnya butuh istirahat cukup sebelum melaksanakan pertandingan melawan tuan rumah. “Jumat (1/6) kami baru sampai di Kabupaten Jayawijaya, sehingga anak-anak masih sangat lelah,” kata mantan pelatih PSCS Cilacap, Jawa Tengah itu.
Pada laga ini, Jessi mengaku Sukman Suaib tidak bisa tampil karena akumulasi kartu kuning. Posisi Sukman akan digantikan oleh Ikhwani Hasanuddin. Dengan perubahan strategi, katanya, tim PSAP nantinya bisa mencuri poin dari tuan rumah. “Harapan kita dengan dilakukan perubahan, PSAP bisa bermain bagus dalam memburu angka di partai tandang,” ungkap Jessie optimis.
Seperti diketahui, melakoni pertandingan ke Wamena sangatlah berat. Pasalnya, Fakhrurazi dkk bukan hanya melawan Pieter Rumaropen dkk, tapi mereka juga harus menghadapi kondisi daerah yang berada di Pegunungan Jayawijaya itu. Ingat! Tak ada satu tim pun berhasil menang ketika dijamu Badai Pegunungan--julukan Persiwa.
Wamena merupakan satu-satunya kota terbesar terletak di pedalaman tengah Papua. Berbeda dengan kota lain, Wamena merupakan surga dan mutiara yang belum banyak tersentuh di pedalaman pegunungan tengah Papua. Kota yang terletak di lembah Baliem dan dialiri oleh sungai Baliem, serta diapit Pegunungan Jayawijaya di selatan itu, memiliki ketinggian 1600 meter di atas permukaan laut.
Tentu saja, kondisi ini akan semakin membuat perjuangan anak-anak PSAP berat. Terlebih, pasukan Gomez Oliveira tak melepas duel ini demi nilai penuh. Bukan rahasia lagi, tuan rumah ingin finish di posisi ketiga di akhir kompetisi. Jadi, hanya kepintaran pelatih Jessie Mustamu yang bisa meredam keganasan dari Pieter Rumaropen dkk.(naz)
prakiraan pemain
PERSIWA - Galih Firmansyah, Firly Apriansyah, Onorionde Kughegbe, Shibakoya Yuichi, Ricardo Robertho, Isak Konon Womboy, Imanuel Padwa, Erick Week Lewis, Hari Novian Caniago, Jaelaniu Arey, Eddy Foday Bakay
PSAP SIGLI - Fakhrurrazi, Riza Fandi, Stembiaso, Ikhwani Hasanuddin, Abdul Faisal, Indra Gunawan, Heri Saputra, Abubakar, Sayuti, Lee Soung Yong, Sekou Camara