Senin, 15 Juni 2026

Dawn Loggins: Kisah Gadis Miskin Lulus ke Harvard University

Gadis berkacamata yang menjadi lulusan terbaik di SMA-nya ini pun bertekad untuk membantu anak-anak ....

Tayang:
zoom-inlihat foto Dawn Loggins: Kisah Gadis Miskin Lulus ke Harvard University
CMGDIGITAL
Loggins dengan girang menunjukkan surat undangan masuk ke Harvard University. Perjuangan tanpa lelah berbuah manis.
SERAMBINEWS.COM, NC  - Seorang remaja asal North Carolina, Dawn Loggins terbilang sosok pemudi pantang menyerah, gigih dan ulet. Hidupnya yang menggelandang sebagai gadis susah tidak mengurungkan niatnya untuk bersekolah. Dari kegigihanya, dia diterima disebuah universitas terkemuka di Amerika, Harvard University!

Awalnya, kisah hidup Loggins tidaklah mulus seperti yang dialami anak-anak orang kaya umunya. Masa kecilnya di kota Lawndale, North Carolina sudah didera kepedihan hidup setelah ditelantarkan kedua orang tuanya yang pecandu narkoba. Apalagi situasi dalam rumah tangga kedua orang tuanya setiap hari terus memburuk sehingga membuat dirinya kabur dari rumah dan hidup menggelandang dari satu tempat ke tempat lain.

Anehnya, kesusahan hidup yang dijalaninya tak lantas membuat prestasinya ambruk. Di sekolahnya Burn High School, Loggins menjadi siswa yang selalu mendapat nilai A. "Terkadang banyak orang menuduh kemiskinan, broken home sebagai alasan. Namun bagi saya, keadaan yang buruk ini menjadi cambuk motivasi buat saya untuk terus maju kedepan," kata Loggins seperti diberitakan Daily Mail.

Loggins sempat tinggal bersama neneknya, namun keadaannya tidak lebih baik. Rumah sang nenek, yang sama miskinnya dengan orang tuanya, dipenuhi sampah.

Lebih dari itu, neneknya tersebut juga bukan orang yang memperhatikan kebersihan sehingga Loggins selalu saja memakai baju yang sama selama sebulan tanpa berganti. "Saya sempat berpikir, bahwa untuk keluar dari semua masalah ini maka obatnya adalah sekolah," Tekat Loggins.

Walau termasuk murid yang pintar di sekolah, namun dikarenakan penampilanya yang 'menyedihkan' didepan teman-teman sekolahnya, ditambah lagi karakternya yang pendiam, membuat Loggins menjadi bahan empuk peloncoan siswa lain. Kadang jika sudah tidak tahan, ia sering menangis di rumah.

Namun, pertemuan Loggins dengan seorang petinggi sekolah, Robyn Putnam, ternyata menjadi titik awal nasibnya berubah. Putnam membelikan Loggins baju baru dan menawarinya pekerjaan sebagai penjaga sekolah. Seketika itu Loggins terus mengejar ketertinggalannya sebagai siswa dropout SMA. Ia terus bergulat mempertahankan prestasinya, antara kerja dan sekolah dan menghadapi situasi sulit lainya. Ibarat masa-masa transisi, dia mencoba mengatur semua hal untuk satu tujuan; sekolah.

Setelah lulus SMA lewat perjuanganya tanpa orang tua, mimpi Loggins selanjutnya adalah kuliah di jurusan Biologi. Dia pun mendaftar ke kampus yang ada di Amerika, hebatnya semua aplikasi yang dikirimnya ke empat universitas diterima dengan sukses, termasuk kampus yang selama ini menjadi impiannya, Harvard University.

Kerja keras tanpa kenal lelah memang selalu berbuah manis. Begitulah Loggins, dia bisa berhati lega dan berbangga, sebab salah satu universitas mahsyur tersebut menerima dirinya melanjutkan S1 dan bahkan menggratiskan semua biaya kuliah serta penginapan diasrama secara gratis. Dia hanya perlu memutar otak mencari uang untuk membiayai buku serta biaya sehari-harinya.

Sampai dia mendengar, ayahnya kini berada di pusat rehabilitasi narkoba, sedangkan ibunya jarang berkomunikasi dengannya. Namun, pelan-pelan, hubungan mereka kembali membaik. Mereka memiliki anak yang begitu hebat dan luar biasa.

Gadis berkacamata yang menjadi lulusan terbaik di SMA-nya ini pun bertekad untuk membantu anak-anak kurang mampu lainya yang memiliki riwayat hidup menyedihkan seperti dirinya untuk meraih cita-cita, layaknya kisah dirinya. "Jika ada yang memiliki mimpi, mereka pasti bisa mewujudkannya. Tidak ada alasan, karena perjalanan meraih mimpi bergantung pada diri sendiri dan bukan orang lain," ujarnya filosofis. (H)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
Live
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved