Selasa, 9 Juni 2026

EURO 2012

Berharap Pengalaman Hodgson

Pada laga ini, Inggris yang memuncaki klasemen Grup D, berharap bisa melaju ke Semifinal

Tayang:
Editor: hasyim

Inggris vs Italia

PERTANDINGAN perempatfinal terakhir Euro 2012 akan mempertemukan dua tim papan atas Eropa, Inggris kontra Italia di Olympic Stadium, Kiev, Ukraina, Senin (25/6) dini hari. Pada laga ini, Inggris yang memuncaki klasemen Grup D, berharap bisa melaju ke Semifinal lalu menggapai impian pertama kali juara Eropa.

Harapan itu ditumpukan kepada Pelatih Roy Hodgson yang pernah malang melintang bersama klub Liga Italia. Pelatih yang telah berusia 64 tahun ini pernah menukangi Inter Milan pada dua periode berbeda, yakni 1995-1997 dan musim 1999. Pada periode pertama, Hodgson membawa Inter tampil sebagai finalis Piala UEFA. Tahun 2001 ia juga pernah melatih Udinese.

Pengalaman di Italia itu diharapkan publik Inggris bisa mengakhiri rekor buruk St George Cross yang selalu sulit menang atas Gli Azzurri. Bayangkan saja, Inggris hanya mampu menang sekali dari sembilan perjumpaan terakhir mereka.

Prestasi Inggris di turnamen besar juga kurang bagus. Mereka 10 kali berhasil menggapai babak perempatfinal di pentas turnamen besar, tapi hanya tiga kali memenanginya alias lolos semifinal.

Bandingkan dengan Italia yang mampu menang tujuh dari sembilan kesempatan mereka mencapai babak perempatfinal turnamen internasional. Dua kegagalan Gli Azzurri di babak perempatfinal, keduanya gara-gara adu penalti dari tim yang akhirnya jadi juara.

Rezim Inggris di bawah Hodgson cukup berbeda dibandingkan dengan pelatih-pelatih terdahulu. Mereka memiliki banyak harapan dan hal ini tampak dari semangat tim yang lebih baik.

Namun, sejauh ini Steven Gerrard dkk belum menunjukkan penampilan aduhai yang membuat mereka layak menjadi juara Eropa. Di laga kontra Perancis, mereka beruntung bisa bermain imbang, lalu menang tipis 3-2 atas Swedia, dan beruntung unggul 1-0 melawan Ukraina.

Walau begitu, sukses memuncaki Grup D dengan nilai tujuh merupakan hasil yang diharapkan dari gaya bermain Hodgson. Terutama mereka berhasil menghindari Spanyol dan akhirnya bertemu Italia di perempatfinal.

“Itu harus menjadi keuntungan dengan tidak menghadapi Spanyol. Mereka (Spanyol) jelas favorit. Mereka memenangi piala dunia terakhir dan kejuaraan eropa yang kemudian difavoritkan untuk memenangi gelar yang satu ini,” kata Hodgson dikutip Setanta Sports.

“Kami tak menyangkal jika memang menghindari mereka (Spanyol). Tapi saya harus sangat berhati-hati dengan yang saya katakan karena tidak takut dengan Italia. Saya tidak berani katakan Italia tidak bagus karena mereka memang lawan yang pantas,” tambahnya.

Hodgson sosok pelatih yang berani berubah ketika memainkan striker Andy Carroll untuk melawan Swedia dan berhasil. Lalu memasukkan Wayne Rooney melawan Ukraina setelah absen dua laga, berakhir menawan. Demikian juga Danny Welbeck yang mengesankan.

 Kubu Italia
Di kubu Italia, mereka melaju ke fase knock out setelah berada di belakang Spanyol. Mereka tim yang tidak banyak diharapkan melaju sangat jauh dalam kompetisi, karena dugaan pengaturan skor pertandingan, justru kini membayar kritik tersebut.

Hadirnya Pelatih Cesare Prandelli membawa perubahan baru dalam gaya menyerang Italia yang jauh berbeda dari gaya defensif yang membuat mereka memenangi Piala Dunia 2006.

Gaya penguasaan bola dan pola 3-5-2 yang dimainkan Prandelli, tampaknya bekerja, sulit ditembus, dan telah terbukti ketika melawan Spanyol, Kroasia, dan mengalahkan Republik Irlandia 2-0.

Prandelli juga tak hanya terpaku pada satu formasi. Ia juga bisa memainkan strategi 4-3-1-2 dengan trio gelandang De Rossi, Andrea Pirlo, dan Claudio Marchisio. Sementara Ricardo Montolivo berpeluang menjadi trequartista menyusul kondisi Thiago Motta yang kurang fit.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved