EURO 2012
Partai ”Hidup Mati”
Kedua tim memiliki catatan tak terkalahkan dalam 11 laga (Inggris) dan 13 laga (Italia) terakhir yang mengandalkan pertahanan ketat
Duel Inggris
dan Italia ini merupakan yang pertama (dalam kompetisi resmi) sejak
lebih dari satu dekade, atau sejak kualifikasi Piala Dunia 1998. Dalam
dua turnamen besar, penyisihan grup Piala Eropa 1980 di Turin, Italia
menang 1-0 dan kemudian kembali menang 2-1 dalam perebutan tempat ketiga
Piala Dunia 1990 yang berlangsung di Bari, Italia.
Kedua tim
memiliki catatan tak terkalahkan dalam 11 laga (Inggris) dan 13 laga
(Italia) terakhir yang mengandalkan pertahanan ketat dan serangan balik.
Inggris
dan Italia masing-masing menggunakan formasi fleksibel (dasar) 4-4-2
yang dipimpin manajer pragmatis dan bijaksana, yakni Roy Hodgson
(Inggris) dan Cesare Prandelli (Italia).
Inggris yang memiliki
liga primer terkenal dan mendunia serta memiliki banyak pemain kelas
dunia jelas menjadikan pertemuan ini sebagai kesempatan membalas
kekalahan terakhir 2-1 dalam laga persahabatan di Leeds, Inggris, Maret
2002.
Para pelatih Italia sebenarnya sangat berpengaruh pada liga
domestik Inggris. Gianluca Vialli, Carlo Ancelotti, dan Roberto di
Matteo yang pernah melatih di klub Chelsea, serta Roberto Mancini di
Manchester City memiliki prestasi yang tidak kecil. Di Matteo membawa
Chelsea meraih titel juara Liga Champions dan Mancini membawa Manchester
City menjuarai Liga Primer tahun 2012.
Bagaimanapun, keberadaan
pelatih Italia di Inggris telah menyusupkan gaya Italia di liga Inggris.
Adapun Italia justru telah mengubah pola menjadi lebih dinamis dan
terbuka, berbeda dari tradisi lama yang lamban dan bertahan. Pertemuan
dua aliran ini akan berlangsung pada hari Minggu dengan sistem
pertahanan rapi yang dijaga oleh penjaga gawang muda yang tergolong
pendatang baru, Joe Hart (25), dan veteran Gianluigi Buffon (34), yang
telah melakoni 118 pertandingan internasional.
Yang jelas, kedua
tim akan memainkan dua pemain andalan yang berbasis di klub Manchester.
Wayne Rooney (Inggris) yang bermain untuk Manchester United telah
menunjukkan kepiawaiannya mencetak gol ke gawang Ukraina untuk
meloloskan timnya ke babak delapan besar. Rooney akan bertemu Mario
Balotelli yang mencetak gol indah saat menang atas Irlandia.
Bek
kiri Inggris, Ashley Cole, menyatakan ambisinya untuk mencetak gol buat
negaranya setelah klubnya, Chelsea, meraih gelar bergengsi di Piala
Champions bulan lalu.
Pemain berusia 31 tahun yang telah bermain
empat kali pada babak perempat final kompetisi besar ini akan melengkapi
98 kali keikutsertaan membela negaranya. Dia sangat berharap dapat
menambah jumlah itu menjadi 100 pada partai final 1 Juli mendatang.
”Ini
pengalaman keempat saya di perempat final dan saya memiliki kenangan
buruk (di tiga pertandingan) sebelumnya. Saya tidak mau melihat ke
belakang. Saat ini saya hanya mau berpikir apa yang dapat saya lakukan
untuk dapat menolong saya melewatinya.