Pilkada Aceh Tenggara
Mahasiswa Agara Demo Tolak Kekerasaan
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Tenggara se-Indonesia dan masyarakat antiintimidasi dan kekerasaan
Perwakilan demonstran, Muhammad Masir dan Supriadi, dalam orasinya menyatakan, proses demokrasi dan kedaulatan rakyat Agara telah dikotori dengan aksi kekerasan yang dilakukan timses atau pendukung salah satu kandidat bupati/wakil bupati Agara. Selain melakukan kampanye di masa tenang, dengan melakukan konvoi (arak-arakan) di sekitaran wilayah Agara, kelompok ini juga menganiaya Fajriansyah, Mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane.
Selain itu, kelompok ini juga melakukan intimidasi (pengancaman) terhadap masyarakat untuk memilih kandidat yang mereka dukung. “Mereka memaksa warga untuk memilih kandidat yang mereka dukung. Membawa/mendatangkan orang-orang berpakaian seperti militer dari luar. Ini menjadi sumber konflik di Agara,” ungkap Muhammad Masir.
Supriadi menambakan, kedatangan ormas itu menjadi potensi konflik antar masyarakat di Agara. Tindakan kelompok pendukung salah satu kandidat bupati ini dapat berakibat pada buyarnya perdamaian Aceh yang telah terwujud dengan susah payah.
“Karena itu, kami Aliansi Mahasiswa Agara se-Indonesia dan masyarakat antiintimidasi dan kekerasan, meminta agar aparat keamanan untuk menindaklanjuti dan menghukum seberat-beratnya aksi intimidasi kelompok tertentu pada masyarakat Agara dan tindakan penculikan terhadap seorang mahasiswa UGL,” kata dia.(as)