Selasa, 9 Juni 2026

Pilkada Aceh Tenggara

Mahasiswa Agara Demo Tolak Kekerasaan

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Tenggara se-Indonesia dan masyarakat antiintimidasi dan kekerasaan

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mahasiswa Agara Demo Tolak Kekerasaan
SERAMBI/ASNAWI
Aliansi Mahasiswa Aceh Tenggara Se Indonesia dan masyarakat anti intimidasi dan kekerasan, Sabtu (30/6) melakukan aksi demo di depan kantor Panwaslu Agara di Kutacane, Kecamatan Babussalam, Agara. Demonstran disambut ketua Panwaslu Agara, Junianto Siahaan.
KUTACANE - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Aceh Tenggara se-Indonesia dan masyarakat antiintimidasi dan kekerasaan, Sabtu (30/6) kemarin, melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRK, Panwaslu Agara, dan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara, Sabtu (30/6). Mereka menuntut pihak berwenang mengusut tuntas aksi penculikan dan penganiayaan yang menimpa rekan mereka, mahasis Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane.

Perwakilan demonstran, Muhammad Masir dan Supriadi, dalam orasinya menyatakan, proses demokrasi dan kedaulatan rakyat Agara telah dikotori dengan aksi kekerasan yang dilakukan timses atau pendukung salah satu kandidat bupati/wakil bupati Agara. Selain melakukan kampanye di masa tenang, dengan melakukan konvoi (arak-arakan) di sekitaran wilayah Agara, kelompok ini juga menganiaya Fajriansyah, Mahasiswa Universitas Gunung Leuser (UGL) Kutacane.

Selain itu, kelompok ini juga melakukan intimidasi (pengancaman) terhadap masyarakat untuk memilih kandidat yang mereka dukung. “Mereka memaksa warga untuk memilih kandidat yang mereka dukung. Membawa/mendatangkan orang-orang berpakaian seperti militer dari luar. Ini menjadi sumber konflik di Agara,” ungkap Muhammad Masir.  

Supriadi menambakan, kedatangan ormas itu menjadi potensi konflik antar masyarakat di Agara. Tindakan kelompok pendukung salah satu kandidat bupati ini dapat berakibat pada buyarnya perdamaian Aceh yang telah terwujud dengan susah payah.  

“Karena itu, kami Aliansi Mahasiswa Agara se-Indonesia dan masyarakat antiintimidasi dan kekerasan, meminta agar aparat keamanan untuk menindaklanjuti dan menghukum seberat-beratnya aksi intimidasi kelompok tertentu pada masyarakat Agara dan tindakan penculikan terhadap seorang mahasiswa UGL,” kata dia.(as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved