Selasa, 7 April 2026

Buaya 1 Ton Jadi Ladang Bisnis di Filipina

Ukuran buaya air asin itu 6,17 meter (20,24 kaki) dan berat lebih dari satu ton, kata seorang juru bicara Guinness World Records, Anne-Lise Rouse.

SERAMBINEWS.COM, FILIPINA - Seekor buaya di Filipina menjadi 'tersangka' utama atas serentetan serangan mematikan di Filipina selatan. Namun yang menjadi menarik adalah ukuran buaya tersebut terbilang raksasa.

Buaya air asin itu diberi nama Lolong, ditangkap di Bunawan, provinsi Agusan del Sur dengan ukuran 6,17 meter (20,24 kaki) dan berat lebih dari satu ton, kata seorang juru bicara Guinness World Records, Anne-Lise Rouse. Reptil itu terbilang sangat besar bila dibandingkan dengan buaya Australia yang hanya memiliki panjang 5 meter.

Kehadiran Lolong yang sangat menyeramkan itu tak lantas langsung dibunuh masyarakat setempat, malah ditangkar untuk mendatangkan kocek uang dari wisatawan yang banyak datang untuk melihatnya.

Berita tertangkapnya buaya raksasa itu membuat rakyat setempat menggelar perayaan atau pesta. Sekitar 37.000 penduduk ikut merayakan kehadiran sang buaya. Tapi sebagian masyarakat juga masih khawatir dimana buaya ukuran besar lainya masih bersembunyi dan berkeliaran dirawa-rawa atau sungai kampung mereka, dimana sebagian penduduk mengantungkan matapencaharian sebagai pemancing ikan.

"Ada perasaan campur aduk," kata Elorde. "Kami sangat bangga karena kami punya keanekaragaman hayati yang kaya, tetapi pada saat yang sama ada kekhawatiran bahwa Lolong mungkin tidak sendirian." Ucap Edwin Cox Elorde, Walikota Bunawan, seperti dikutip Guardian.

Buaya raksasa itu pada akhirnya menjadi daya pikat turis asing dimana dari pemasukan wisatawan tersebut, daerah setempat telah membukukan pemasukan sebanyak 3 juta peso (£ 46,000). Sebagian uang digunakan untuk memberi makan dan merawat buaya dalam penangkaran.

Lolong ditangkap dengan jebakan kabel baja saat diburu selama tiga minggu, setelah sebelumnya telah memangsa seorang anak dan sejumlah nelayan hilang yang ditenggarai dimangsa Lolong. Sekitar 100 orang yang dipimpin Elorde menarik buaya dari sungai menggunakan tali dan kemudian diangkat dengan derek ke truk. Bahkan seekor kerbau juga telah diserang oleh buaya di daerah itu, kata para pejabat Bunawan.  (H)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved