Rabu, 13 Mei 2026

Gubernur: Bupati bukan Milik Kelompok

Pasangan bupati dan wakil bupati Aceh Besar yang terpilih dalam Pilkada 9 April lalu, Mukhlis Basyah dan Drs Syamsul Rizal MKes resmi

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Gubernur: Bupati bukan Milik Kelompok
SERAMBI/BEDU SAINI
Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyaksikan prosesi penandatanganan berita acara usai melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah dan Syamsul Rizal di Gedung DPRK Kota Jantho, Aceh Besar, Selasa (3/7).
* Mukhlis Basyah/Syamsulrizal Dilantik

JANTHO - Pasangan bupati dan wakil bupati Aceh Besar yang terpilih dalam Pilkada 9 April lalu, Mukhlis Basyah dan Drs Syamsul Rizal MKes resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2012-2017 oleh Gubernur Aceh, Zaini Abdullah di Gedung DPRK Aceh Besar, Selasa (3/7). Pelantikan tersebut diawali dengan pengambilan sumpah oleh Ketua Pengadilan Negeri Jantho.

Dalam arahannya saat memberi sambutan seusai melantik pasangan tersebut, Gubernur Zaini mengingatkan bahwa sejak dilakukan pengambilan sumpah, Mukhlis Basyah yang juga pimpinan Partai Aceh Kabupaten Aceh Besar serta pasangannya Syamsulrizal (dosen FKIP Unsyiah), bukan lagi milik suatu kelompok.

“Namun, telah menjadi milik seluruh masyarakat Aceh Besar, sehingga wajib berlaku adil dan tidak menjadi pemimpin yang mengadu domba rakyat,” pesan Zaini di hadapan anggota DPRK Aceh Besar, Muspida, kepala Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK), dan para undangan yang hadir.

Gubernur juga meminta duet pemimpin Aceh Besar itu memprioritaskan upaya-upaya dalam menurunkan jumlah penduduk miskin di kabupatennya, demi meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) di Aceh yang menjadi target kerja pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Zaini Abdullah dan Muzakkir Manaf.

“Bupati dan Wakil Bupati harus mampu menyejahterakan rakyat Kabupaten Aceh Besar secara adil dan merata, sehingga dapat mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia yang dilakukan Pemerintah Aceh selama lima tahun ke depan,” ujar Zaini.

Sementara di luar gedung dewan, sekitar 1.500 undangan yang terdiri atas tokoh masyarakat dan warga, hanya bisa menyimak prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan dari layar monitor dan pengeras suara yang disiapkan panitia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPRK Aceh Besar, Tgk Saifuddin saat membuka sidang paripurna, mengharapkan semua pihak memberikan dukungan penuh kepada bupati dan wakil bupati yang baru dalam upaya mempercepat proses pembangunan wilayah itu.

“Kami mengharapkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama pemerintah membangun daerah ini, sehingga harapan kesejahteraan di Aceh Besar bisa terwujud,” tambahnya.

Selama berlangsungnya acara yang dimulai pukul 15.30 WIB kemarin, aparat Polres Aceh Besar didukung personel Brimob bersenjata lengkap terlihat memberi pengamanan ketat hingga bubarnya seluruh undangan sekitar pukul 18.00 WIB. Sedangkan Satgas Partai Aceh yang ikut mengamankan prosesi pelantikan itu ditempatkan di luar pagar kompleks gedung DPRK setempat. (th)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved