Selasa, 9 Juni 2026

Pilkada Aceh Tenggara

Demo Kantor KIP Agara Berlanjut

Unjuk rasa massa yang tergabung dalam Front Rakyat Bersatu Kabupaten Aceh Tenggara (FRB Agara) terhadap Komisi

Tayang:
Editor: bakri
* KIP Rapat Pleno Tertutup

KUTACANE - Unjuk rasa massa yang tergabung dalam Front Rakyat Bersatu Kabupaten Aceh Tenggara (FRB Agara) terhadap Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara di Desa Perapat Timur, Kecamatan Lawe Bulan, kembali berlanjut Kamis (5/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Tujuan massa berunjuk rasa kali ini adalah untuk menagih janji pihak Panwas Agara yang telah merekomendasikan via surat kepada KIP setempat agar menghentikan penghitungan suara sementara di tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK).

“Namun, sampai saat ini rekap penghitungan suara justru masih berlangsung di kecamatan-kecamatan dalam Kabupaten Agara. Ini bermakna, rekom yang diteken Ketua Panwas Agara, Junianto Siahaan tidak diindahkan panwas kecamatan (panwascam), sedangkan KIP Agara belum mengambil tindakan apa pun,” kata Koordinator Aksi, Zul Masrol kepada Serambi kemarin.

Hingga menjelang siang terlihat ribuan massa yang mengendarai sepeda motor, mobil pribadi, dan pikap yang dilengkapi soundsystem, berbondong-bondong menuju Kantor KIP Agara.

Di depan kantor itu, sejumlah demonstran berorasi. Di antaranya Hendra. Kader Front Rakyat Bersatu (FRB) ini meminta kepada KIP dan Panwas Agara segera menghentikan tahapan pilkada dan melaksanakan pilkada ulang, karena banyak ditemukan kecurangan, misalnya money politics yang dia klaim dilakukan salah satu kandidat calon bupati/wakil calon bupati Agara.

Di tengah sengitnya aksi demo, dua Komisioner KIP Agara, Mat Budiaman dan Saidi Amran, menyambut kedatangan para pengunjuk rasa. Mat Budiaman mengatakan, sangat menghargai tuntutan massa. Ia juga menyebutkan, Ketua KIP Agara sudah menginformasikan bahwa pukul 15.00 WIB kemarin, KIP setempat akan menggelar rapat pleno.

Mendengar penjelasan itu, massa pun mulai tenang dan bersedia menunggu di depan Kantor KIP Agara. Mereka memasang tenda tempat berteduh di depan kantor itu. Sebagiannya menunggu di kantin.

Di lokasi itu juga terlihat ratusan aparat kepolisian dalmas dari Gayo Lues, Polres Agara, Sat Intelkam, Reserse, dan personel TNI Kodim 0108 Agara untuk memberikan keamanan. Unjuk rasa itu dipantau Kapolres Agara, AKBP Trisno Riyanto dan Dandim 0108 Agara, R Andi Roediprijatna W, serta para perwira Polres Agara lainnya.

Rapat pleno tertutup
Saat demo berlangsung di Kantor KIP Agara, para komisioner menggelar rapat pleno tertutup guna membahas soal pilkada dan tuntutan massa yang berunjuk rasa sejak Rabu hingga Kamis (5/7).

Dalam rapat itu hadir Ketua KIP Agara, Dedi Mulyadi dan anggotnya Mat Budiaman, Saidi Amran, Fitriyana, dan Marzuki Beroeh.

Di kantor KIP itu juga hadir pasangan calon bupati/wakil bupati Agara, yakni Armen Desky-Tgk Appan JS, Amri Selian, Muslim Aiyub, serta tim sukses masing-masing kandidat dimaksud.

Hingga pukul 17.30 WIB kemarin, massa masih bertahan di Kantor KIP Agara. Mereka berteriak sambil memukul-mukul tiang besi yang berada di tenda. Mereka juga mendesak komisioner KIP untuk ke luar menemui mereka dan mengumumkan hasil rapat pleno tertutup dimaksud. Hingga menjelang malam, Ketua KIP Agara masih rapat bersama para komisionernya. (as)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved