Sabtu, 2 Mei 2026

Mata Minus Bisa Diderita Sejak Lahir

Semua orang tua menginginkan anaknya lahir sehat fisik dan mental, sehingga mampu berprestasi seperti anak-anak normal lainnya

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Mata Minus Bisa Diderita Sejak Lahir
SEORANG dokter sedang memeriksa kondisi mata seorang anak.
Semua orang tua  menginginkan anaknya lahir sehat fisik dan mental, sehingga mampu berprestasi seperti anak-anak normal lainnya. Namun, tidak jarang seorang anak lahir dengan gangguan fungsi penglihatan atau memiliki mata minus yang dikenal dengan  rabun jauh atau myopia (nearsightedness). “Memiliki mata minus bukan saja membatasi aktivitas sehari-hari,  memiliki mata minus juga mengganggu prestasi anak di sekolah. Orangtua dengan mata minus, kemungkinan besar anak-anak yang dilahirkan bisa menderita mata minus,” kata dr Jamhur SpM, dokter spesialis mata, kepada Serambi, Sabtu (21/7).

Dikatakan dr Jamhur,   anak-anak dengan riwayat orangtua  memiliki mata minus,  dapat diturunkan pada anaknya yang baru lahir. Mata minus dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan dapat menghambat prestasi  anak dalam proses belajar mengajar.  “Anak dengan mata minus harus duduk di depan dan sering menjiplak mata pelajaran pada orang lain, karena ia tidak dapat melihat papan tulis dengan jelas. Jika tidak segera diobati,  seorang anak yang secara terus menerus memaksakan membaca dengan kondisi mata minus,  akan terjadi mata malas (ambliopia),”  kata Jamhur.   

Mata malas yakni suata kondisi kemampuan penglihatan yang buruk pada satu mata saja yang disebabkan oleh suatu problema pada saat perkembangan mata. Ini dapat mengakibatkan kerusakan penglihatan berkepanjangan pada mata tersebut. Kondisi ini disebut lazy eye atau mata malas.

Menurut Jamhur, otak manusia membutuhkan stimulasi visual untuk berkembang sepenuhnya. Pada saat perkembangan anak sejak lahir hingga usia delapan  tahun, apa pun yang menghalangi atau mengganggu jelasnya penglihatan dapat menyebabkan ambliopia. Penyebab umumnya,  termasuk ukuran kacamata tinggi,  mata juling,   atau apa pun yang menghalangi aksi visual pada satu mata seperti katarak.

Mata malas  biasanya hanya mempengaruhi satu mata, tetapi apabila kedua mata kurang mendapat visual yang baik dan jelas untuk periode yang berkepanjangan, kondisi dapat timbul pada kedua mata. Diagnosa dini meningkatkan kemungkinan suksesnya pengobatan, karena setelah usia delapan  tahun, kerusakan visual dapat menjadi permanen. “Jika anak Anda tidak mengalami ambliopia hingga usia delapan tahun, maka kemungkinan untuk mengidap ambliopia sangatlah kecil,” ujar ahli mata pada RSUZA Banda Aceh ini.     

Mata minus ringan umumnya dapat dikoreksi dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak. Namun untuk mata dengan minus tinggi, kata Jamhur,  penggunaan kacamata seringkali menyebabkan aktivitas penderita terganggu karena kacamata yang digunakan pasti berlensa tebal. Bila sudah demikian, katanya, diperlukan operasi refraktif untuk mengatasinya. Bila diobati dengan obat tetes mata keben sebelum masa puber, kelainan ini dapat disembuhkan secara total. Namun bila pengobatan dilakukan setelah masa puber, umumnya hanya dapat diturunkan sekitar 75 persen,  meskipun dalam beberapa kasus ada yang dapat disembuhkan. “Pengobatan yang baik dapat memperkecil tingkat minus mata, misalnya dari minus 2,5 menjadi 1,5 atau di bawahnya,”  ujar Jamhur.(min)

Hindari Membaca Terlalu Lama
Disarankan agar anak-anak tidak  membaca dekat dengan waktu yang  lama. Hindarilah membaca terlalu lama tanpa istirahat. Carilah kesempatan untuk membuat masa istirahat setelah membaca lama dengan melihat jauh. Penerangan yang dipergunakan sebaiknya datang dari arah yang tidak mengakibatkan bahan bacaan tertutup oleh bayangan tubuh. Juga perlu dihindari membaca di bawah penerangan langsung yang teralu kuat. Rasa silau yang lama akan melelahkan mata. Jarak baca umumnya adalah 30 - 40 cm, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan untuk mendapatkan ukuran lensa yang mungkin sesuai dengan kebutuhan jarak baca tersebut. “Pada waktu membaca diusahakan tetap melihat dengan kondisi sama tegak dan sama jarak kedua mata dengan materi yang dibaca. Bila sedang menonton televisi pertahankan jarak 5 kali lebarnya layar televisi,” kata Jamhur. (min)

Ini Dia Makanan  Penyehat Mata
* Wortel. Jenis sayuran ini terkenal kaya akan beta-karoten, yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh seseorang. Vitamin ini membantu mengonversi lemak menjadi energi. Beta-karoten merupakan antioksidan untuk memerangi secara efektif terhadap beberapa jenis kanker. Dalam hal mata, beta-karoten dapat membantu pertahankan lapisan permukaan mata. Sementara vitamin A membantu pertahankan integritas kulit serta selaput lendir, yang bekerja sebagai penghalang terhadap virus dan bakteri.
* Ikan. Dengan kadar DHA yang tinggi, zat ini mampu memberikan dukungan struktural pada membran sel. Hal ini sangat dianjurkan bagi orang yang menderita mata kering atau degenerasi makula, dan juga bermanfaat merawat mata. Jenis ikan yang paling bisa dinikmati seperti ikan cod, tuna, sarden, dan makarel.

* Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung. Sayuran ini memiliki karotenoid, termasuk di dalamnya zeaxathin dan lutein. Lutein pigmen kuning membantu melindungi makula dari cahaya biru serta dari sinar berbahaya dari matahari.

* Telur. Barang ini pernah dipuji sebagai makanan lengkap, tingkat kaya belerang, asam amino, lesitin, sistein, dan lutein yang juga berkontribusi merawat mata. Senyawanya yang mengandung belerang membantu melindungi lensa mata dari pembentukan katarak.

* Bawang putih, bawang merah, dan bawang ceper. Produk bumbu dapur ini memiliki kandungan belerang tinggi. Sulfurnya diperlukan memproduksi alam glutathione, yang menjadi antioksidan penting bagi tubuh dan khusus pada lensa mata seseorang.

* Anggur dan blueberry. Buah-buahan yang kaya anthocyanin dikenal dapat meningkatkan penglihatan mata pada malam hari. Studi menunjukkan saat mata beradaptasi ke gelap, kesiapan mata meningkat dalam waktu 30 menit setelah konsumsi selai buah frambos kecil atau secangkir blueberry. (liputan6.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved