Breaking News:

Pilkada Aceh Tenggara

Warga Agara Beberkan Politik Uang

Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tenggara membeberkan aksi politik uang dalam sidang lanjutan perselisihan hasil Pilkada Aceh Tenggara

Editor: bakri
JAKARTA - Sejumlah warga di Kabupaten Aceh Tenggara membeberkan aksi politik uang dalam sidang lanjutan perselisihan hasil Pilkada Aceh Tenggara, di Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (2/8). Dalam kesaksiannya, mereka  mengakui menerima sejumlah uang untuk mencoblos pasangan incumbent Ir Hasanuddin B/H Ali Basrah.

Cerita tentang politik uang itu diutarakan oleh sejumlah petani, Alimusa Simbolon, Kaharudin, Samandari, Zulkardin, Sukran, Isklandar Muda, Rulijah, dan Jabal Kudus. Gugatan Pilkada Aceh Tenggara ini diajukan pasangan Drs Rasidin Pinim,  MAP/H Muslim Ayub, SH., MM, dengan termohon KIP Aceh Tenggara dan terkait pasangan incumbent Hasanuddin B/Ali Basrah.

Sukran, petani Ujung Baru, mengaku menerima Rp 150 ribu dari M Hasbi, perangkat desa. “Saya diminta coblos no urut 2,” kata Sukran dalam panel yang dipimpin M Akil Mochtar.

Cerita serupa dialami Iskandar Muda, petani Lawe Pasaran, juga mengaku menerima dana Rp 150 ribu untuk memilih pasangan incumbent.

Rulijah, satu-satunya saksi perempuan juga mengakui hal serupa. Ia menerima Rp 300 ribu. Uang diserahkan pada hari pencoblosan, 2 Juli, sesaat sebelum pergi ke tempat pemungutan suara. Dana diserahkan oleh perangkat dusun.

Tapi tudingan politik uang yang dialkukan incumbent dibantah keras oleh  Kamaruddin SH, kuasa hukum pasangan Hasanuddin B/Ali Basrah. “Sama sekali tidak benar cerita politik uang itu. Kami akan bantah dengan menghadirkan saksi-saksi yang kompeten,” tukas Kamaruddin, seusai sidang.

Disebutkan, pihak terkait telah menyiapkan sejumlah saksi. Kamaruddin juga membantah bahwa incumbent melakukan mutasi pejabat untuk kepentingan pemilukada. Sebelumnya, dalam sidang, sejumlah PNS mengaku dimutasi karena alasan pemilukada. Para PNS yang memeberi kesaksiannya adalah Masudin, yang dimutasi ke Dinas Perkebunan Aceh Tenggara dari Badan Penanggulangan Bencana; Safaruddin pegawai RSU H Saudin Kutacane dimutasi ke Puskesmas Lawe Sigala-gala; Ramisin dimutasi dari Dinas Kesehatan ke kantor BKKBN.

“Mutasi adalah hal bisa dalam tubuh pemerintahan, sama sekali tidak ada kaitan dengan pemilukada,” tukas Kamaruddin. Sidang danjutkan Senin pekan depan untuk mendengarkan keterangan  ahli dan saksi lain yang diajukan pihak terkait.(fik)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved