Dayah BUDI Tanjong Bungoeng Pijay

Tgk H Abdullah Ibrahim Kuasai Ilmu Falaq

Abu Tanjong Bungong, begitulah sapaan Tgk H Abdullah Ibrahim oleh masyarakat Pidie Jaya. Setiap tutur bicaranya, sangatlah sederhana

Abu Tanjong Bungong, begitulah sapaan Tgk H Abdullah Ibrahim oleh masyarakat Pidie Jaya. Setiap tutur bicaranya, sangatlah sederhana dan mudah dipahami oleh lawan bicara. Ayah lima anak ini, selama 39 tahun telah mendermakan jiwa dan raganya untuk mengajarkan warga Pidie Jaya dan kabupaten lain terutama yang memiliki hasrat menimba ilmu kepadanya.

Bagi alumni lulusan Sekolah Rakyat (SR) era tahun 1952 serta alumni sejumlah Dayah, seperti Dayah Bustanul Huda, Panteu Brueh, Aceh Utara  pada 1959 serta Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Cot Ijoe, Geuleumpang Dua, Bireuen tahun 1968 ini, ternyata mampu menguasai secara sempurna ilmu yang berkaitan dengan perhitungan bulan serta arah kiblat. Sosok ulama, Abu Tanjong Bungong ini lebih dikenal sebagai ahlinya Ilmu Falaq.

Berbekal skil mengoperasikan alat Rukyatul Hilal dan menguasai isi kitab Majmul Al-Falati atau Zahwatul Qubra karangan Tgk M Ali atau Abu Teupin Raya atau ulamanya Ilmu Falaq dan beguru pada sejumlah ulama yang benar-benar menguasai ilmu dimaksud.

Seperti halnya, pada ulama Tgk M Isa Simpang Meuling, Lhokseumawe, Aceh Utara, M Ali Teupin Raya, Drs Tgk H Jufri Khaled SH asal Samalanga dan kini menjabat sebagai ketua Mahkamah Syar’iah (MS) Ambon, Drs Yusuf Harun selaku dosen luar biasa IAIN Ar-Raniry (almarhum)

Abu Tanjong Bungong juga mampu mengoperasikan alat yang lebih canggih berupa Casio fx-9860611 SA yang mampu mendeteksi segala kondisi baik Ijtimak, tata letak bulan gerhana, gerhana matahhari, tinggi anak bulan, perbandingan tahun Masehi dan Hijriah, serta penentuan waktu shalat lima waktu.

“Pada alat ini telah diprogramkan dengan kerja lebih cepat, namun kita tetap merujuk dasar sumber dari referensi kitab sebelumnya agar lebih akurat keabsahan hukum dimata agama,”ujarnya. Untuk penentuan ilmu Falaq Abu tetap. Mengaju pada Ruqyah padaa Dayah Ma’hadul Ulum Diniyah Islamiyah (MUDI) Mesra Samalanga, Bireun. Malahan, sebagai upaya pengembangan ilmu Falaq kepada masyarakat luas, Abu Tanjong Bungoeng telah menerbitkan satu buku karangan khusus yang mudah dipahami yaitu buku ‘Peran Ilmu Falaq Dengan Ibadah’.

Sebagai langkah Ilmu Falaq bisa terwarisi dengan kental kepada generasi penerus, dayah BUDI tetap menjadikan sebuah pelajaran wajib yang diasuh olehnya pada setiap hari Jumat dalam setiap pekan kepada santri yang mondok di dayah tersebut.”Termasuk kita juga telah menerbitkan makalah dalam sosialisasi penentuan arah kiblat serta buku Tasirul Hujaj yang menyangkut dengan perihal manasik haji praktis mudah dimengerti,”ungkapnya.(idris ismail)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved