Breaking News:

Pilkada Aceh Tenggara

Pendemo Tolak Pelantikan Bupati Agara

Pasangan Hasanuddin Beruh-Ali Basrah yang terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Aceh Tenggara periode 2012-2017 akan dilantik

Editor: bakri
Pendemo Tolak Pelantikan Bupati Agara
SERAMBI/ASNAWI
Ratusan masyarakat yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Aceh Tenggara (AMPAT), demo Gedung DPRK Agara di Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kamis (30/8). Mereka meminta kepada Gubernur Aceh agar tidak melantik Bupati/Wakil Bupati Agara terpilih periode 2012 – 2017.
KUTACANE - Pasangan Hasanuddin Beruh-Ali Basrah yang terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Aceh Tenggara periode 2012-2017 akan dilantik Gubernur Aceh pada 1 September besok di Gedung Olah Raga (GOR) Kutacane. Mendengar kabar itu, ratusan warga berdemo ke gedung DPRK setempat, Kamis (30/8), meminta agar Gubernur Zaini Abdullah tidak melantik Hasanuddin dan Ali Basrah.

Alasan pengunjuk rasa meminta pasangan bupati/wakil bupati yang terpilih itu tidak dilantik adalah karena kasus gugatan Pilkada Agara di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh dan Pengadilan Negeri (PN) Kutacane belum final (masih berproses).

Amatan Serambi, ratusan warga yang berunjuk rasa itu mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Masyarakat Peduli Aceh Tenggara (AMPAT). Mereka berjalan kaki dari pelataran parkir Stadion Haji Syahadat Kutacane menuju Gedung DPRK Agara yang berjarak sekitar 500 meter. Tak lupa mengusung berbagai poster dan spanduk. Mereka juga memblokir jalan dan membakar ban mobil bekas di badan jalan, sehingga arus lalu lintas macet.

Untuk menggaungkan tuntutannya, para pengunjuk rasa membawa mobil pikap yang khusus mengangkut sound system. Suasana sempat tegang saat massa mendobrak pintu pagar gedung dewan yang dijaga ketat aparat keamanan.

Setelah agak lama bersitegang, akhirnya sekitar pukul 10.00 WIB, Kapolres Agara, AKBP Trisno Riyanto memperbolehkan para demonstran masuk ke gedung dewan dengan tertib untuk menyampaikan aspirasinya.

Saat masuk di gedung dewan, para demonstran disambut anggota DPRK Agara, Budimansyah Selian dari Partai Aceh (PA), Buhari Selian dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan Bukhari dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sedangkan 22 anggota dewan lainnya tidak terlihat di gedung itu jam kerja kemarin.

Koordinator Aksi, Kasri Selian, dalam orasinya mengatakan, masih ada upaya hukum terkait hasil pilkada yang diajukan kandidat bupati yang lain, yaitu di PN Kutacane dan PTUN Banda Aceh yang sampai saat ini belum tuntas. Oleh karenanya, mereka menolak jika Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah melantik pasangan Hasanuddin-Ali Basrah pada 1 September besok.

Selain itu, pengunjuk rasa menilai, sidang pleno yang digelar Komisi Independen Pemilihan (KIP) dan DPRK Agara tanggal 14 Agustus 2012 cacat hukum, berhubung tiga anggota KIP Agara sudah dipecat berdasarkan Surat Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta pada 13 Agustus 2012.

Hal senada diutarakan Salman Al-Farisi dan demonstran lainnya. Menurut Salman, tiga anggota DPRK tidak cukup representatif memgemban dan memperjuangkan aspirasi mereka, sedangkan 22 anggota DPRK Agara lainnya tak masuk kantor alias bolos kemarin pagi. “Mestinya mereka harus tetap berada pada hari kerja di DPRK Agara, karena dipilih rakyat dan digaji dari uang rakyat untuk menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar Salman.

Salman juga meminta kepada pihak DPRK Agara untuk menghadirkan Kepala PN Kutacane, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kutacane, dan KIP di gedung dewan.

Menanggapi tuntutan demostran, Buhari Selian mengatakan, mereka sudah berupaya menghubungi anggota dewan lainnya, namun tak tersambung, kendati handphone-nya aktif.

Sementara itu, Budimansyah mengatakan, tidak ada surat dari PN Kutacane dan PTUN ke DPRK Agara yang melarang untuk tidak melantik pasangan Hasanuddin-Ali Basrah.  Pantauan Serambi di lapangan, hingga kemarin sore demonstran masih menduduki gedung dewan.

Sementara itu, Kabag Humas Setdakab Agara, Zulkarnain, kepada Serambi, Kamis (30/8) mengatakan, pasangan Hasanuddin-Ali Basrah selaku Bupati/Wabup Agara terpilih akan dilantik Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, pada 1 September 2012 di GOR Kutacane.

“Saat ini kami rencanakan akan menyebarkan 2.000 undangan di Kabupaten Agara. Kami juga akan mengundang Muspida Aceh dan tokoh lainnya dari Provinsi Aceh,” ujar Zulkarnain. (as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved