Breaking News:

Pilkada Aceh Tenggara

Pendemo Obrak-abrik Meja Dewan

Ratusan warga kembali berunjuk rasa di Kantor DPRK Aceh Tenggara (Agara), Senin (3/9) kemarin. Sebagaimana demo pada 30 Agustus lalu

Editor: bakri
Pendemo Obrak-abrik Meja Dewan
SERAMBI/ASNAWI
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Aceh Tenggara (AMPAT) mengamuk dan merusak meja di Gedung DPRK Aceh Tenggara (Agara), Senin (3/9). Mereka menolak pelantikan Bupati Agara terpilih.
* Tolak Pelantikan Bupati Agara 

KUTACANE - Ratusan warga kembali berunjuk rasa di Kantor DPRK Aceh Tenggara (Agara), Senin (3/9) kemarin. Sebagaimana demo pada 30 Agustus lalu, para pendemo tetap saja menolak rencana Gubernur Aceh melantik Hasanuddin Beruh dan Ali Basrah yang terpilih dalam pilkada lalu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Agara periode 2012-2017. 

Bergerak untuk kedua kalinya dengan maksud yang sama, para pengunjuk rasa tetap saja mengatasnamakan dirinya Aliansi Masyarakat Peduli Aceh Tenggara (AMPAT). Mereka pun tetap menolak pelantikan bupati dan wakil bupati Agara terpilih, karena pasangan itu sedang digugat oleh lawan politiknya di Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banda Aceh maupun Pengadilan Negeri (PN) Kutacane. 

Kedatangan para pengunjuk rasa ke ruang sidang dewan disambut oleh anggota DPRK Agara Bukhari Selian, Fahrial SKD, Agustamin Sianturi, Erdarina Pelis, Marhusin Broeh, dan Rezen Suganti. Demonstran meminta anggota dewan yang ada di situ untuk menghadirkan segera unsur pimpinan legislatif. 

Menanggapi tuntutan itu, Erdarina Pelis meminta waktu lima menit untuk melakukan negosiasi per telepon dengan unsur pimpinan dewan. Lima menit kemudian, dia muncul lagi di hadapan demonstran sembari mengatakan sudah menghubungi unsur pimpinan melalui handphone. Tapi orang-orang yang dihubungi semuanya sedang berada di luar kota, baru akan kembali pada Kamis (6/9). 

Ia minta para pengunjuk rasa sabar menunggu sampai unsur pimpinan dewan itu kembali dari luar kota. Tak puas dengan keterangan dan permintaan anggota dewan tersebut, massa pun meluapkan kekesalan dan kekecewaannya dengan membalik-balikan meja yang berada di ruang sidang utama DPRK Agara. Beberapa di antara kaca meja itu pecah berantakan.

Melihat massa mulai anarkis, aparat Kepolisian Polres Agara di bawah pimpinan Kapolres Agara, AKBP Trisno Riyanto, yang sejak awal mengawasi demonstran langsung masuk ke ruang sidang.

Bersama Kabag Ops Kompol Safrinizal, Kasat Reskrim Iptu Benito Herleandra, dan sejumlah perwira Polres Agara lainnya, Kapolres berupaya menenangkan massa. Ia minta pengunjuk rasa tidak bertindak anarkis. Selain itu, polisi mengamankan seorang demonstran yang terdeteksi sebagai provokator aksi anarkis. 

Sementara itu, Koordinator Aksi AMPAT, Salman meminta massa untuk tenang. Apalagi, menurutnya, pihak Komisi Independen Pemilihan (KIP) Agara dan unsur pimpinan dewan setempat sedang diupayakan untuk hadir berdialog dengan para pengunjuk rasa. 

“Kita akan tetap perjuangkan tuntutan kita dan meminta Gubernur Aceh untuk tidak melantik bupati dan wakil bupati Agara terpilih,” pekiknya.

Mendengar orasi Salman, para demonstran pun mulai tenang, namun tidak semua. Beberapa di antaranya menunjukkan kekecewaannya dengan melontarkan berbagai ucapan tak sedap kepada anggota dewan. Sebagian malah menuding anggota dan pimpinan dewan hanya memakan gaji buta, tanpa memikir dan memperjuangkan aspirasi rakyat. 

Mendengar ucapan itu, anggota dewan yang hadir pun hanya bisa diam melihat massa yang sudah memucak amarahnya itu.  Hingga berita ini diturunkan menjelang Ashar kemarin, demonstran masih menduduki gedung DPRK menunggu kedatangan Ketua KIP Agara dan unsur dewan lainnya.

Sebelumnya, pada Kamis (30/8), ratusan pendemo berunjuk rasa ke Gedung DPRK Agara meminta agar Gubernur Zaini Abdullah tidak melantik Hasanuddin dan Ali Basrah yang direncanakan pada 1 September lalu. 

Alasan pengunjuk rasa, karena kasus gugatan Pilkada Agara di PTUN Banda Aceh dan PN Kutacane belum final (masih berproses). (as)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved