Sabtu, 9 Mei 2026

Pilkada Gayo Lues

Demonstran Tolak Pelantikan Bupati

Ratusan demonstran, perwakilan dari ratusan ribu warga di 11 kecamatan Kabupaten Gayo Lues (Galus) menolak pelantikan bupati

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Demonstran Tolak Pelantikan Bupati
SERAMBI/RASIDAN GALUS
Demonstran melakukan aksi ke Gedung DPRK Gayo Lues (Galus), Rabu (12/9). Mereka meminta Pj bupati galus diganti dan menolak pelantikan bupati terpilih Ibnu Hasim.
* Pj Bupati Galus Harus Diganti

BLANGKEJEREN - Ratusan demonstran, perwakilan dari ratusan ribu warga di 11 kecamatan Kabupaten Gayo Lues (Galus) menolak pelantikan bupati terpilih Ibnu Hasim. Bukan itu saja, mereka juga menuntut pergantian Pj Bupati Galus, Cipta Hunai yang dinilai tidak netral dalam Pilkada 9 April 2012 dan tidak serius mengemban amanat rakyat.

Para demonstran ini yang tergabung dalam LSM, aliansi masyarakat serta perwakilan elemen masyarakat melakukan demo ke gedung DPRK di Blangkejeren, Rabu (12/9) di bawah hujan gerimis. Sebaliknya, mereka memberi dukungan kuat atas pencanangan Aceh bebas dari koruptor dan KKN yang dilontarkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah beberapa waktu lalu.

Dalam orasinya, para demonstran ini berharap, bupati incumbent Ibnu Hasim tidak dilantik untuk kedua kalinya karena diduga tersandung kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 22 miliar lebih. Mereka juga menuding bupati incumbent ini terindikasi curang dalam Pilkada lalu.

Dalam pertemuan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Jumat (8/9/2012), Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Prof Djohermansyah Djohan mengatakan: “Baru disepakati pelantikan Bupati Gayo Lues dan untuk Aceh Tengah masih akan dilanjutkan pertemuan pekan depan.”

Sedangkan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah masih belum menjadwalkan pelantikan Bupati Galus. “Masih dalam proses. Belum, belum dijadwalkan,” kata Gubernur Zaini menjawab Serambi sesaat sebelum meninggalkan Kantor Kemendagri. Zaini Abdullah belum bersedia melantik bupati defenitif karena masih terganjal persoalan hukum.

Sementara itu, ratusan massa itu, sebelumnya berkumpul di halaman SDN 1 Blangkejeren, tepatnya di depan pendopo bupati. Kemudian berjalan kaki menuju gedung DPRK Galus yang berjarak sekitar satu kilometer lebih sambil mengusung berbagai poster dan spanduk serta orasi dengan alat pengeras suara.  

Bahkan ketika mereka sedang menuju gedung dewan tersebut, ruas jalan menuju kantor Bupati yang merupakan jalan satu arah menuju gedung dewan  terpaksa ditutup dan pengguna jalan dialihkan ke jalan lain oleh petugas polisi.

Saat tiba di gedung dewan, perwakilan demonstran yang berjumlah lima orang dibenarkan masuk ke gedung dewan, lainnya menunggu di depan gedung sambil menyampaikan oerasi dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian. Kelima demonstran ini menyampaikan aspirasi ke sembilan anggota dewan yang menerima mereka, sedangkan 11 anggota dewan lainnya tidak berada di tempat.

Koordinator aksi, Candri didampingi Muzahir perwakilan dari KPA dalam orasinya menyatakan menolak pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Galus terpilih karena masih tersandung kasus korupsi seperti yang sudah dilaporkan ke Kejati Aceh dan KPK. Untuk itu mereka menuntut, agar penegak hukum menuntaskan kasus korupsi tersebut terlebih dahulu, begitu juga halnya kasus pelanggaran Pilkada Galus harus diusut tuntas.

Massa ini juga meminta Gubernur Aceh untuk segera menganti Pj Bupati Galus, Drs Cipta Hunai karena tidak netral dalam Pilkada dan gagal dalam menjalankan tugas. Usai pertemuan, mereka meminta anggota dewan keluar dari dalam gedung untuk menerima tuntutan massa. Setelah tuntutan diterima anggota dewan, para demonstran bubar dengan tertib dan makan siang bersama di pelataran parkir gedung dewan.(c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved