Rabu, 22 April 2026

LSM Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film

Para aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi di Aceh, Kamis (13/9) kemarin, menghadiri acara pemutaran film "Kita versus Korupsi"

Editor: bakri
zoom-inlihat foto LSM Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film
SERAMBI/JALIMIN
Emil Heradi (tengah) sutradara episode 'Rumah Perkara' bagian dari film 'Kita Vs Korupsi' sedang mengupas tentang misi film pemberantasan korupsi itu dalam talkshow di Serambi 90,2 FM Banda Aceh, Kamis (13/9). Dialog itu menghadirkan narasumber Wandi (Transparancy International Indonesia), Muhammad Rofie Hariyanto (Komisi Pemberantasan Korupsi), Isra Safril (GeRAK Aceh), Baihaqi (MaTA) dan Norman Rivianto Akyuwen (aktor). Film dengan empat episode itu dibuat kerjasama TII dengan KPK.
BANDA ACEH - Para aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) antikorupsi di Aceh, Kamis (13/9) kemarin, menghadiri acara pemutaran film “Kita versus Korupsi”, di ruang Flamboyan Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh. Acara ini dirangkai dengan diskusi yang membahas gerakan antikorupsi di Indonesia.

Pemutaran film antikorupsi di Aceh dilaksanakan atas kerja sama antara Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Komunitas Tikar Pandan, Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, dengan Transparency International Indonesia (TII). Pemutaran film ini juga dihadiri oleh staf Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mohamad Rofie Hariyanto

Usai pemutaran film itu, Mohamad Rofie Hariyanto bersama panitia penyelenggara film itu mengisi acara talk show tentang film tersebut di Radio Serambi FM 90,2 MHz, di Gampong Meunasah Manyang, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

“Film dalam empat seri berdurasi sekitar 20 menit untuk satu film ini berjudul Rumah Perkara, Aku Padamu, Selamat Siang Rissa, dan Pssttt Jangan Bilang Siapa-Siapa. Film ini sebagai bentuk kampanye antikorupsi yang mudah dipahami oleh masyarakat untuk semua kalangan,” kata Mohamad Rofie saat mengisi talk show itu.

Mohamad Rofie menyebutkan film pendek yang dirilis secara nonkomersial ini produksi bersama TII, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Management Systems International, USAID, dan Cangkir Kopi. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan wacana masyarakat agar lebih peduli terhadap upaya pemberantasan korupsi.

Keempat seri film ini akan kembali ditayngkan di Rumah PMI, Banda Aceh, Jumat (14/9) sekitar pukul 09.00 WIB, hari ini. “Pada pemutaran hari kedua ini, kita juga mengundang dari Pemerintah Aceh, termasuk Gubernur, dan para politisi. Kita harap mereka semua datang, jika memang peduli terhadap antikorupsi,” ujar Rofie, didampingi Koordinator Panitia Fauzan Santa.

Kata Rofie, keesokannya lagi, Sabtu (15/9) masih sekitar pukul 09.00 WIB, film itu jadwalnya ditayangkan di kampus Politeknik Banda Aceh dan akan disaksikan para siswa di Banda Aceh. “Banda Aceh adalah Kota Ke-15 pemutaran film ini dari 17 kota di Indonesia yang dijadwalkan. Dari 14 kota yang sudah tayang sebelumnya, diperkirakan sudah ada 75.000 orang yang nonton,” demikian Rofie

Saat talkshow di Radio Serambi 90,2 FM, hadir sebagai narasumber Muhammad Rofie Hariyanto dari Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat (dikyanmas) Komisi Pemberantasan Korupasi (KPK), Wandi (Transparancy International Indonesia), Isra Safril (GeRAK Aceh), Emil Heradi (sutradara) dan Norman Akyuwen (aktor).(sal/min) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved