Opini
Teologi Lingkungan
UNGKAPAN ironis dan menggelitik dari Muhammad Abduh sewaktu kembali dari Eropa. Ia memandang orang Eropa meskipun tidak membaca Alquran
Potensi lingkungan
Demikianlah pentingnya mengoptimalkan potensi lingkungan menurut Nabi, sekalipun kita mungkin tidak bisa menikmati hasilnya, namun pahalanya tetap mengalir, karena ia telah membawa manfaat pada makhluk Tuhan yang lain. Jadi jelaslah bahwa jika menelantarkan lahan saja kita sudah tidak diperbolehkan, apalagi merusak lingkungan seperti pembalakan liar, membakar hutan, merusak ekosistem laut dan sebagainya.
Itulah sebabnya Islam melarang pengrusakan lingkungan. Bahkan dalam Islam memandang bahwa jangankan merusak lingkungan dalam skala yang besar, pengrusakan pada skala yang kecil dan sepele pun dilarang. Hal ini, misalnya, pernah diingatkan oleh Rasulullah saw dengan sabdanya: “Janganlah seseorang kamu membuang air kecil di air diam yang tidak mengalir, kemudian ia mandi di air itu.” (HR. Bukhari).
Jika pengrusakan yang kecil dan sepele setingkat membuang air kecil sembarangan saja kita sudah dilarang, tentu yang besar lebih dilarang lagi. Ini membuktikan betapa Islam sangat memperhatikan persoalan-persoalan lingkungan alam sekitar. Demikianlah Islam memberikan perhatian terhadap lingkungan sekitar, agar alam yang diciptakan Allah ini berjalan dengan serasi dan seimbang, sesuai dengan tujuan Allah menciptakannya.
* Hadini Murdhana, M.Ag, Dosen IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, DPK pada Al-Hilal Sigli. Email: hadinimanik@yahoo.co.id