Teror Bom
Wagub Nyatakan Aceh Aman
Meski sepanjang Rabu (19/9) terjadi dua insiden, yakni penembakan konvoi barang PT Medco di Peureulak Kota, Aceh Timur
MEDAN – Meski sepanjang Rabu (19/9) terjadi dua insiden, yakni penembakan konvoi barang PT Medco di Peureulak Kota, Aceh Timur dan penggranatan rumah pribadi Bupati Bireuen, H Ruslam HM Daud, namun Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf menyatakan Aceh tetap aman.
“Sejauh ini Aceh masih dirasakan aman. Saya jamin bahwa kondisi Aceh sudah sangat aman. Para investor dari luar Aceh tak usah khawatir, karena keamanan di Aceh sudah sangat mendukung. Masyarakat pun tak perlu khawatir akan hal itu dan jangan terpancing dengan kasus penggranatan rumah pejabat di Bireuen,” kata Wagub Muzakir Manaf saat menghadiri halal bihalal warga Aceh di Medan, Rabu (19/9) malam. Halal bihalal itu terselenggara atas prakarsa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aceh Sepakat Sumatera Utara.
Seusai acara, Wagub yang ditanyai Serambi mengatakan, penggranatan rumah Bupati Bireuen mungkin merupakan aksi balas dendam, yang tujuannya ingin merusak rasa aman dan suasana damai di Aceh.
Wagub berharap, dalam waktu dekat kasus tersebut bisa diungkap polisi. “Kita percayakan saja kasus ini kepada kepolisian. Saya optimis secepatnya bisa terungkap,” kata Wagub yang tak membantah bahwa kasus ini berbau politik. “Kita lihat sajalah nanti ya,” tambahnya.
Sementara itu, Polres Bireuen telah memintai keterangan empat saksi. Satu di antaranya anggota pengamanan tertutup (Pamtup) Bupati Bireuen terkait kasus di-GLM-nya kediaman Bupati Bireuen, Ruslan M Daud di Kompleks Meuligoe Residence Bireuen, Rabu menjelang subuh.
Wakapolres Bireuen, Kompol W Eko Sulistyo kepada Serambi, Kamis kemarin mengatakan, setelah kejadian itu tim langsung memintai keterangan empat orang. Tiga di antaranya adalah orang yang bertugas piket di kediaman bupati dan satu lagi anggota polres.
Dari keterangan empat saksi tersebut hingga siang kemarin belum ada titik terang tentang siapa pelaku teror di rumah Bupati Bireuen.
Selain meminta keterangan saksi, Polres Bireuen juga membentuk tim khusus untuk penyelidikan kasus tersebut. “Tim khusus sudah mulai bekerja sejak kemarin untuk menyelidiki dan mengembangkan berbagai informasi terkait kejadian tersebut,” kata Wakapolres.
Setelah kejadian itu, menurut Wakapolres, lebih sering dilakukan patroli, mengingat di kompleks itu terdapat hotel, kafe, dan rumah. Wakapolres berharap Pemkab Bireuen menambah petugas pengamanan di kawasan itu, misalnya dari Satpol PP, sehingga kemanan lebih terjamin. “Apalagi di kawasan itu sering diadakan pertemuan, rapat dinas, dan kegiatan lainnya,” katanya.
Wakapolres juga sangat mengharapkan partisipasi masyarakat untuk memberikan informasi sekecil apa pun terkait kasus di-GLM-nya kediaman Bupati Bireuen tersebut. “Sekecil apa pun informasinya tentulah penting untuk pengusutan,” ucap Wakapolres. (lau/yus)