Pencuri Tewas Tersetrum
Pelaku pencurian berinisial Hs (32) yang menurut warga sudah sering kedapatan mencuri ternak, tewas tersetrum kawat berarus listrik
BANDA ACEH - Pelaku pencurian berinisial Hs (32) yang menurut warga sudah sering kedapatan mencuri ternak, tewas tersetrum kawat berarus listrik di kandang ayam milik Iswardi (33), di Kompleks Cadek Permai, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, Rabu (3/10) dini hari.
Iswardi yang memasang perangkap itu karena ternaknya (ayam, bebek) sering hilang, kemarin ditahan di Mapolresta Banda Aceh. Kapolresta Banda Aceh Kombes, Pol Moffan melalui Kapolsek Baitussalam, Ipda Budiman pagi mengatakan, kejadian itu dilaporkan sendiri oleh Iswardi Rabu pagi.
“Sekitar pukul 07.00 WIB, Iswardi datang ke Polsek melaporkan bahwa ada seorang pria berinisial Hs tewas tersetrum di dekat kandang ayam dan kandang bebek miliknya,” katanya.
Kapolsek pun langsung menghubungi pihak PMI Banda Aceh dan Polresta Banda Aceh. Tak lama berselang, tim identifikasi tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di tempat tewasnya Hs, dekat tiga kandang ayam dan bebek milik Iswardi. Jenazah Hs pun kemudian diangkut relawan PMI ke Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh untuk divisum.
Hingga siang kemarin, Iswardi masih diperiksa di Mapolresta Banda Aceh, dengan ditunggui istrinya, Helma Sari (26) yang sedang hamil enam bulan.
Kapolresta melalui Kasat Reskrim AKP Erlin Tangjaya mengatakan, Iswardi akan ditahan karena sengaja memasang kawat berlistrik. Sehingga menyebabkan kematian. “Meski perbuatan itu dilakukannya karena alasan ayam dan bebek miliknya sering hilang, tapi yang bersangkutan tetap harus ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” sebut Erlin, sambil menambahkan, Iswardi melanggar Pasal 359 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman maksimal lima tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang diamankan antara lain, kawat serta perangkat setrum, dan senter milik Hs.(sal)
Malam Hilang Ternak, Siang Pasang Perangkap
KEMARIN, Serambi sempat mewawancarai Iswardi di Mapolresta Banda Aceh. Ia mengakui memasang perangkap itu pada hari Jumat (28/9). Pasalnya, pada malam sebelumnya tiga ekor bebek jantan miliknya hilang.
“Sebelumnya juga sudah seringkali ayam dan bebek saya hilang, padahal saya sudah memasang pagar. Ternyata, meski sudah dipagar ternyata belum aman juga. Akhirnya saya pasang kawat listrik itu untuk mencegah ternak dimangsa musang atau sebab lainnya,” kata Iswardi yang sehari-hari sebagai sopir mobil pengangkut pasir.
Jenazah Hs pertama kali diketahui oleh istrinya, dalam kondisi terkapar di dekat kandang sekitar pukul 07.00 WIB, saat hendak melepas ternak mereka.(sal)