Kamis, 23 April 2026

Ketika ‘Pak Salam’ Menggebrak Pasar

NAMA Pak Salam Pasar Pagi, tokoh yang berperan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dalam serial Eumpang Breuh

Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Ketika ‘Pak Salam’ Menggebrak Pasar
Pak Salam Pasar Pagi,
NAMA Pak Salam Pasar Pagi, tokoh yang berperan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dalam serial Eumpang Breuh, ternyata tak asing lagi bagi penggemar film komedi Aceh tersebut. Namun, tidak banyak yang tahu, siapa dan bagaimana sebenarnya kehidupan sehari-hari Pak Salam, tokoh yang kerap berperan sebagai pegawai pasar atau pegawai kecamatan itu.

Banyak orang menyangka bahwa Pak Salam Pasar Pagi adalah PNS betulan. Ini, tentu, tidak terlepas dari kemampuan aktingnya yang hampir selalu berperan sebagai PNS dalam beberapa film komedi Aceh, termasuk di serial Eumpang Breuh yang melejitkan namanya. Karena itu pula, kini lebih akrab menyapanya dengan panggilan Pak Salam.

Hal ini, misalnya, terlihat saat beberapa orang mengerubunginya di salah satu warung kopi di Jalan T Panglima Nyak Makam, Banda Aceh, Jumat (19/10) siang lalu. Saat itu, Pak Salam bersama Din Kramik, produser film komedi Aceh, tampak sedang memutar film terbarunya di layar laptop. “Ini sedang melihat film kami yang baru, Mameh Menggoda 2, kata Pak Salam kepada Serambi, yang turut menyaksikan film yang derekan di atas piringan cakram video compact disk (VCD) itu.

Seperti sering terlihat di dalam film, hari itu Pak Salam juga tampil rapi dengan kemeja lengan panjang warna biru muda, celana biru tua, dipadu sepatu boot hitam yang tak terlihat mereknya. Empat cincin batu nyaris seukuran jempol orang dewasa, menghias kedua belah jemari tangannya, dua di tangan kanan dan dua di tangan kiri. Sekilas tak seimbang dengan tubuhnya yang hanya bertinggi sekitar 1,45 meter. Namun dia tidak peduli, dan malah kerap memamerkan cincinnya saat menjejalkan rokok ke bibirnya.

Tokoh Pak Salam, yang mulai melejit saat menjadi pemeran pembantu dalam serial Eumpang Breueh 7, ternyata jauh berbeda dengan penampilannya di film. Ia bukanlah pegawai negeri seperti sering diperankannya. “Kadang-kadang saya menjual sandal di pasar Lhokseumawe, dan di pasar-pasar kecamatan lainnya. Yang penting halal,” ujarnya.

Di tengah suasana yang cukup akrab itu, Pak Salam pun banyak membeberkan tentang kehidupannya. Termasuk nama aslinya yang ternyata adalah Nurdin Thayeb. Tapi, ia mengaku bisa terima ketika orang menyapanya dengan panggilan Pak Salam, tokoh PNS yang diperankannya dalam Eumpang Breuh 7. “Apa salahnya, kan ‘salam’ itu berarti doa, agar selamat dan sejahtera,” ujarnya ringan.

Nurdin Thayeb (39) alias Pak Salam dilahirkan dari keluarga sederhana di Desa Keursek, Kuta Makmur, Aceh Utara. Ia hanya ingat tahun kelahirannya adalah 1973. Saat ini Pak Salam menetap di Banda Masen Kota Lhokseumawe, bersama istrinya Sasrina, dan tiga orang anak, Maghfirah (siswi SMP Ujong Blang), Abdul Khattab (siswa MIN Banda Masen), dan Rizka (5 tahun).

Nama Pak Salam Pasar Pagi mulai dikenal luas di Aceh, sejak terlibat dalam film Eumpang Breuh 7 yang diluncurkan pada 2009 lalu. Wajah dan aktingnya langsung menjadi idola penonton, hingga akhirnya menjadi bintang tetap di serial komedi dengan pemeran utama Bang Joni dan Yusniar itu.

Meski masih terbilang rendah, tapi Pak Salam mengakui penghasilan dari beberapa film telah membantu perekonomiannya yang bisa dikatakan masuk kategori kurang mampu. Sebagian uang itu digunakan untuk merehab rumahnya yang beratap rumbia di Desa Banda Masen. Dari situ pula dia memberi nafkah dan menyekolahkan dua anaknya.

“Alhamdulillah, dalam dua hari ini kami sudah meluncurkan film serial komedi Mameh Menggoda 2, semoga film ini mendapat tempat di hati pencinta film komedi Aceh. Yang pasti kami telah berusaha memberikan yang terbaik dalam film ini,” ungkap Pak Salam.

Produser Mameh Menggoda, Din Kramik mengatakan, serial kedua ini diproduksi pihaknya menyusul tingginya permintaan dari para penjual VCD. Mameh Menggoda-2, kata Din, merupakan lanjutan dari film pertama yang menggebrak pasar pada tahun 2011 lalu.

Menurut dia, permintaan pasar ini bukan hanya isapan jempol. Buktinya, lagu Nurmala yang jadi ikon di serial pertama Mameh Menggoda sudah mencatat 100 ribu lebih view di situs Youtube. Sedangkan film Mameh Menggoda-1 yang juga di-upload ke Youtube sudah mencatat 41,939 view, pada Jumat (19/10) lalu. “Kami tidak tahu siapa yang meng-upload lagu dan film itu ke Youtube. Tapi ya tidak masalah juga,” ujarnya.

Din Kramik mengatakan, selain Pak Salam Pasar Pagi alias Nurdin Thayeb, film yang disutradai oleh Ayah Doe ini juga dibintangi sederet nama terkenal seperti Mando Gapi, Bang Him Morning, Apa Lahu, Da Maneh, dan Nurul Hilda Soraya, dan bintang beken lainnya. “Kami berharap semoga kehadiran film ini dapat memberi hiburan bagi masyarakat Aceh,” pungkas Din Kramik. (zainal arifin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved