Rabu, 8 April 2026

Kenaikan Harga BBM

Kenaikan Harga BBM Tergantung Pemerintah

Area wacana sudah selesai, kajian sudah banyak dilakukan, tinggal pengambilan keputusan saja dari pemerintah dan digalang di DPR

Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Kenaikan Harga BBM Tergantung Pemerintah
TRIBUN SUMSEL/M.AWALUDDIN FAJRI
Hari Batik - Pegawai SPBU 24.301.118 memakai batik saat bekerja di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum) Jalan Sudirman Palembang, Selasa (2/10/2012). Dalam rangka hari batik nasional yang jatuh pada tanggal 2 Oktober maka para pekerja maupun karyawan memakai baju batik sebagai perwujudan rasa nasionalisme dan kebanggaan atas warisan budaya Indonesia (TRIBUNSUMSEL/M.A.FAJRI)
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Azis, menilai keputusan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sudah selesai di area wacana.

"Area wacana sudah selesai, kajian sudah banyak dilakukan, tinggal pengambilan keputusan saja dari pemerintah dan digalang di DPR," kata Harry ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Selasa (23/10/2012).

Dijelaskan pada hakekatnya DPR telah memahami besaran subsidi sekarang ini sudah sampai pada level pemborosan uang negara untuk belanja yang sia-sia.

"Namun harus dialokasikan dengan straight ke belanja infrastruktur yang lebih membutuhkan perhatian serius pemerintah!" tegas politisi Golkar ini.

Sebelumnya diberitakan pemerintah menginginkan kenaikan harga BBM bersubsidi tahun depan untuk mengurangi disparitas harga BBM bersubsidi dengan Pertamax yang terlampau lebar.

Pemerintah ingin harga premium atau BBM subsidi dinaikkan secara bertahap Rp 500 per liter tiap triwulan/tiga bulan sekali dalam setahun sehingga nanti harga Premium tercapai Rp 6.000 per liter.

(Aco)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved