Jumat, 24 April 2026

MIN Cot Trieng, Kuala, Bireuen

Kelas Paralel untuk Atasi Kekurangan Ruangan

MIN Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen, termasuk madrasah tertua di Bireuen. Menurut catatan sejarah, madrasah itu didirikan tahun 1948

Editor: bakri
MIN Cot Trieng, Kecamatan Kuala, Bireuen, termasuk madrasah tertua di Bireuen. Menurut catatan sejarah, madrasah itu didirikan tahun 1948 oleh tokoh masyarakat Cot Trieng dan sekitarnya.

Kepala MIN Cot Trieng, Novera Kesuma Putri SAg beberapa hari lalu mengatakan, letak madrasah itu sangat strategis yaitu di pinggir jalan ke Kuala, Jeumpa maupun ke Kota Juang, Bireuen.

Setiap tahun ajaran baru, menurutnya, banyak warga menyekolahkan anaknya ke madrasah tersebut. Tapi, lanjut Novera, sebagian terpaksa ditolak karena daya tampung terbatas. Banyaknya peminat ke madrasah itu, menurutnya, karena selain dekat dengan perkampungan warga, kebisingan di madrasah itu juga kurang dan penghijauan memadai sekeliling madrasah.

“Kalau anak-anak pulang jalan kaki, orang tuanya tidak begitu risau dengan banyaknya kendaraan, karena bukan jalan nasional. Lalu lalang kendaraan juga tidak begitu banyak,” ujarnya. Visi dan misi yang diemban madrasah tersebut, katanya, sama dengan lembaga pendidikan lainnya mendidik generasi muda berakhlakul karimah, berpendidikan, dan berprstasi.

Karena muridnya banyak, tambah Novera, pihak terpaksa membuka kelas paralel mulai kelas I sampai kelas VI, dimana murid kelas I dan II masuk pagi, dan siangnya untuk murid kelas III dan kelas lainnya. Setiap kelas, sebutnya, ada dua rombongan belajar dengan total jumlah murid mencapai 405 orang.

Mereka adalah anak-anak dari Desa Krueng Juli Timu, Krueng Juli Barat, Berawang, Cot Trieng, Lhok Awe, Lipah Cut, Kecamatan Kuala. Selain itu juga ada murid dari Cot Geurundong, Cot Tarum Baroh, Cot Tarum Tunong, Kecamatan Jeumpa.

Amatan Serambi, halaman tengah madrasah tersebut dibiarkan kosong, bangunan mengelilingi mulai dari arah timur, barat, utara maupun selatan. Bila dilakukan penambahan bangunan, kemungkinan terpaksa membeli areal lain, karena semua lahan sudah terpakai.  * yusmandin idris

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved