Waspadai Kosmetik Bermerkuri

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh meminta masyarakat terutama kaum wanita untuk lebih berhati-hati saat

* BBPOM Sita Puluhan Produk tak Berizin

LHOKSEUMAWE - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh meminta masyarakat terutama kaum wanita untuk lebih berhati-hati saat membeli kosmetik. Karena, hingga kini masih ada kosmetik yang mengandung merkuri beredar di toko-toko di Aceh Utara. Buktinya, dalam razia yang digelar BBPOM Aceh di Aceh Utara, 3-4 Desember 2012 ditemukan dua jenis kosmetik yang mengandung merkuri dan 46 jenis kosmetik yang sudah dilarang beredar atau tak punya izin

untuk diperjualbelikan. Jenis kosmetik yang mengandung merkuri dan tak berizin. “Target yang kita razia yaitu kosmetik, jamu tradisional, dan obat-obatan. Tim yang turun enam orang melakukan razia di Aceh Utara seperti di Geudong dan Pantonlabu. Selama dua hari yang sudah kita temukan baru kosmetik yang bermasalah,” jelas Kabid Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Aceh, Drs Hasbi Apt MM, kemarin.

Menurutnya, 46 jenis kosmetik yang disita pihaknya karena tidak ada izin atau tidak terdaftar pada BBPOM dan Kementerian Kesehatan RI. Sedangkan dua jenis lagi, sebut Hasbi, adalah kosmetik yang sempat terdaftar, tapi pada tahun 2007 pendaftarannya dibatalkan karena mengandung merkuri. “Bila kosmetik yang mengandung merkuri tetap digunakan, lama kelamaan bisa menyebabkan kanker pada kulit si pengguna,” ujarnya.

Dikatakan, pihaknya akan membawa temuan itu ke Banda Aceh. “Jika nanti ada pelaung untuk pidana, penjual barang tanpa izin itu tetap akan didelik unsur pidana. “Sedangkan untuk produsennya, akan kita lapor ke Jakarta untuk ditelusuri keberadaan penghasil produk-produk tanpa ada izin tersebut,” ungkap Hasbi.

Sebenarnya, tambah Hasbi, BBPOM Aceh telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana memilih kosmetik yang sudah terjamin keamanannya. Namun, diakuinya sosialisasi itu belum maksimal karena berbagai sebab. “Jadi, kita akan terus lanjutkan sosialisasi itu, agar nanti warga benar-benar paham bagaimana memilih kosmetik yang aman untuk kesehatan,” demikian Hasbi.(bah)

Bawa ke Jalur Hukum
TERHADAP temuan ini, sudah sepantasnya BBPOM membawa kasus itu ke jalur hukum. Tujuannya, untuk memberi efek jera kepada pedagang yang masih menjual barang dilarang atau tak ada izin. Kepada dinas terkait di Aceh Utara, kita harapkan dapat terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana cara memilih barang seperti makanan dan kosmetik yang aman bagi kesehatan.
* Syahrial MS, Ketua LPKM Aceh Utara dan Lhoksuemawe.(bah)

Ini Dia Kosmetik Bermasalah
KABID Pemeriksaan dan Penyelidikan BBPOM Aceh, Drs Hasbi Apt MM, menyebutkan jenis kosmetik yang disita pihaknya karena mengandung merkuri adalah Topsyne Beauty Cream Ts-3 (16 buah) dan Topsyne Whitenibng Cream 819 (35 buah). Sedangkan kosmetik yang disita pihaknya karena tak ada izin, sebut Hasbi, yaitu Citra Whitening Soap, Citra Day and Night Cream, Citra White Beauty Compact, Revlon Compact, Olay Two Way Cake Orange, Olay Mascara and Eye Linner, Ponds Compact Gold Radiance, Ponds Compact Hijau, Natural 99, dan Ponds Pure White Compact.

Kosmetik lain yang tak berizin, lanjutnya, Temulawak Cream Pencerah (merah), Ponds White Beauty Pink 12 gram, Temulawak Cream, Ponds White Beauty Merah 12 gram, Collagen Creams Vit E, Collagen Soap, Super Meei Yung Cream, New Super Natuiral 99 Pink, Oringinal New Super Creams, Natural 99 Kotak Merah, Maybelline XXL TWC, Ponds White Beauty 81 gr, Ponds Mascara, Qian Yan TWC, Olay Total White, Citra Lipstick, dan Ponds Lipgloss.

Ditambahkan, kosmetik lain yang juga tak ada izin adalah Ponds Age Miracle Lipstick, Cameo Lipstick, Racikan & Vit E ASLI, Eagle Black Henna, Ponds White Beauty Make Up Kit, Sabun Real Ginseng, Lip Oil, Ponds Gold Radiance, Special UV Whitening, Water Shine 3D, Aloe Cream, Xixciu Lipgloss, Ponds Quality Lipstick, Caike Cream, Caike Beauty Cream, Olay Total White Cream Orange, Ponds Mascara, MAC Eye Linner, dan Mascara tanpa lebel.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved